Sebuah Peristiwa Ajaib Santo Benediktus dari Nursia

172
5/5 - (2 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – Banyak umat Katolik yang memiliki nama baptis Benediktus. Dalam Bahasa Latin, nama Benediktus berarti “yang diberkati”.

Tahukah anda bahwa ada sebuah peristiwa ajaib yang pernah terjadi dalam kehidupan Santo Benediktus. Ketika beberapa orang hendak meracuninya dengan memberi segelas anggur beracun, Benediktus sama sekali tidak mengetahuinya.

Namun ia percaya saja untuk meminumnya. Sebelum minum, seperti biasa ia membuat tanda salib di atas gelas tersebut. Tiba-tiba saja gelas itu pecah sehingga ia tidak meminum anggur beracun tersebut.

Santo Benediktus merupakan saudara kembar Santa Skolastika, yang dilahirkan dalam keluarga bangsawan di Nursia, Umbria, Italia pada tahun 480. Semasa kecil, ia menjalani pendidikan di Roma.

Ketika tumbuh remaja dan dewasa, ia merasa muak melihat kehidupan orang-orang kafir di Roma yang banyak melakukan korupsi. Di usia 20 tahun, ia memutuskan untuk meninggalkan Roma dan menuju tempat sunyi untuk menyendiri. Atas bimbingan Santo Romanus, ia pun menuju suatu gua di atas pegunungan Subiaco, Italia.

Benediktus melakukan pertapaan di sana selama 3 tahun. Dalam pertapaannya itu, tidak jarang ia digoda iblis, termasuk dengan penampakan sosok perempuan cantik yang pernah dilihatnya ketika di Roma dan hampir saja ia kalah dengan godaan tersebut. Setiap kali ia mengalami godaan, ia melemparkan dirinya ke atas semak berduri dan berguling-guling di atasnya.

Hal ini menyebabkan tubuhnya penuh dengan luka dan bercucuran darah. Ia menempa dirinya amat keras untuk mencapai kesucian, termasuk dengan mati raga dan doa. Hingga dari waktu ke waktu ia semakin kuat dan tidak lagi muncul godaan-godaan seperti yang dialaminya di awal masa pertapaannya.

Setelah masa 3 tahun tersebut, mulailah berdatangan orang-orang yang ingin belajar dari Benediktus untuk melakukan pertapaan dan hidup suci. Mereka memohon bimbingan dari Benediktus. Namun mereka marah ketika Benediktus meminta mereka melakukan mati raga. Itulah alasan mereka mencoba membunuhnya dengan memberinya anggur beracun, namun gagal.

Pengikutnya semakin hari semakin banyak. Hingga Benediktus pun mendirikan dua belas biara yang dikenal sebagai komunitas-komunitas monastik Kristen, atau biasa disebut Cenobium. Ia juga menyusun peraturan hidup di dalam biara, yang tujuannya tertulis jelas dalam Peraturan Santo Benediktus nomor 72.12 yang berbunyi “Semoga Kristus menuntun kita ke dalam kehidupan kekal,” serta peraturan nomor 20 “Tempatkan Kristus di atas segala-galanya.”

Hal-hal utama yang diajarkan Benediktus dalam peraturan biaranya adalah membaca Kitab Suci selama 2 jam setiap hari, bersikap rendah hati, tekun dalam berdoa dan bekerja, serta senantiasa menolong sesama.

Mereka banyak menolong masyarakat sekitar untuk membaca, menulis, bercocok tanam dan berbagai keterampilan. Peraturan Santo Benediktus ini sangat mempengaruhi kehidupan Kristen Barat. Hingga ia pun mendapat julukan “pendiri monastisisme Kristiani Barat.”

Dari kedua belas biara yang didirikannya, Biara Monte Cassino adalah yang paling terkenal. Di dekat biara itulah, Benediktus sering bertemu saudari kembarnya, Santa Skolastika untuk mendiskusikan perihal hidup rohani.

Hidup Santo Benediktus dipenuhi dua hal, yaitu berdoa dan berbuat baik. Ia wafat pada 21 Maret 547. Pada 1966 Paus Paulus VI menyatakan Santo Benediktus sebagai pelindung Eropa.

Gereja Katolik Roma dan Ritus Latin memperingatinya setiap 11 Juli, sedangkan para rahib dan biarawati Benediktin memperingatinya setiap 21 Maret dan Gereja Byzantine memperingatinya setiap 14 Maret.

 

Bene Xavier dari Wina, Austria

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here