HIDUPKATOLIK.COM – Perubahan iklim dan degradasi alam telah mengganggu keseimbangan siklus air secara drastis, berdampak luas pada kehidupan manusia di seluruh dunia. Gelombang panas ekstrem menjadi lebih sering dan intens, meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti dehidrasi dan gangguan pernapasan akibat polusi udara dari kebakaran hutan.
Ketersediaan air bersih menurun akibat pola curah hujan yang tidak teratur, kekeringan panjang, dan banjir yang merusak sumber air serta sistem sanitasi. Selain itu, sektor pertanian tertekan karena tanaman tidak mendapatkan pasokan air yang stabil, menyebabkan gagal panen, ketidakamanan pangan, dan bahkan memaksa masyarakat untuk berpindah tempat tinggal akibat kerusakan lingkungan yang tidak dapat dihuni.
Dampak yang sama juga dirasakan oleh satwa liar dan tumbuhan di berbagai ekosistem. Habitat alami seperti hutan, rawa, dan daerah kutub mengalami kerusakan akibat perubahan pola cuaca, mengancam kelangsungan hidup banyak spesies. Satwa terpaksa bermigrasi atau menghadapi gangguan siklus reproduksi, sementara tumbuhan menghadapi pergeseran daerah sebaran dan peningkatan persaingan dengan spesies invasif.
Cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, dan badai juga merusak vegetasi dan mengganggu fungsi ekosistem penting seperti penyimpanan karbon dan perlindungan tanah, yang pada akhirnya berdampak pada keseimbangan alam secara keseluruhan.
Banjir menyebabkan penurunan drastis ketersediaan air bersih. Air banjir mengandung berbagai kontaminan seperti lumpur, limbah rumah tangga, sampah, zat kimia dari industri atau pertanian, serta kuman penyakit yang berasal dari sistem sanitasi yang tergenang atau rusak.
Hal ini membuat sumber air permukaan seperti sungai dan danau menjadi tercemar dan tidak layak konsumsi tanpa pengolahan yang tepat. Selain itu, banjir juga dapat merusak infrastruktur penyediaan air seperti sumur bor, saluran pipa, dan pembangkit air bersih, sehingga mengganggu pasokan air yang sudah terjamin bagi masyarakat.
Fransiska, anggota “Laudato Si”, Keuskupang Tanjungkarang







Selamat dan sukses untuk Keuskupan Agung Medan yang sedang menyelenggarakan Sinode Ketujuh. Tuhan memberkati.
TErima kasih Dion