web page hit counter
Selasa, 24 Februari 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Audiensi dengan Menag, Pemuda Katolik Dorong Penguatan Layanan Keagamaan dan Kurikulum Cinta

Rate this post

HIDUPKATOLIK. COM — Pengurus Pusat Pemuda Katolik diterima langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama, Selasa (24/2/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialog terbuka dan penuh kehangatan itu menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat pelayanan keagamaan yang inklusif, berdampak, dan berorientasi pada persaudaraan kebangsaan.

Dalam audiensi tersebut, Pemuda Katolik menyampaikan apresiasi atas komitmen Kementerian Agama dalam menyukseskan program Asta Protas, khususnya penguatan kurikulum cinta sebagai fondasi moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan bangsa.

Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa cinta adalah inti dari seluruh ajaran agama dan menjadi energi utama dalam membangun Indonesia yang rukun. “Agama tanpa cinta akan kehilangan ruhnya. Karena itu, kurikulum cinta bukan sekadar wacana, tetapi harus menjadi gerakan bersama di ruang kelas, di rumah ibadah, dan dalam kehidupan sosial kita sehari-hari,” ujar Menag.

Baca Juga:  “Mengendus” Peran Etis Media Sosial

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi kepemudaan dan keagamaan untuk memastikan moderasi beragama tidak berhenti pada konsep, melainkan nyata dalam praktik sosial.

Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menyambut baik gagasan tersebut dan menegaskan kesiapan organisasinya untuk terlibat aktif.
“Kami melihat Asta Protas dan kurikulum cinta sebagai langkah strategis untuk merawat kebangsaan. Pemuda Katolik siap menjadi mitra Kementerian Agama dalam mengarusutamakan nilai cinta, toleransi, dan dialog, terutama di kalangan generasi muda,” kata Gusma.

Selain membahas penguatan kurikulum, pertemuan itu juga menyinggung sejumlah agenda strategis, antara lain rencana peresmian Basilika di Ibu Kota Nusantara (IKN), peningkatan kualitas layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi umat, serta perhatian terhadap penyelenggara Bimas di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Karimun. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar pelayanan keagamaan benar-benar hadir dan dirasakan hingga ke pelosok.

Baca Juga:  Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pizzaballa Mendorong Umat Katolik untuk Melanjutkan Ziarah ke Tanah Suci

Dalam kesempatan tersebut, Menag yang dikenal ramah dan reflektif juga membagikan pengalaman perjumpaannya dengan Paus Fransiskus dan Paus Leo di Vatikan. Kisah itu, menurutnya, semakin meneguhkan pentingnya dialog lintas iman sebagaimana tercermin dalam Deklarasi Vatikan–Istiqlal.

“Persaudaraan adalah jalan bersama. Dunia membutuhkan lebih banyak dialog, bukan kecurigaan. Indonesia memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat untuk menjadi teladan kerukunan,” tutur Menag.

Menanggapi hal itu, Gusma menambahkan bahwa semangat persaudaraan lintas iman harus terus dihidupkan, terutama di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang kompleks. “Merawat kebangsaan tidak cukup dengan slogan. Ia harus diwujudkan dalam pelayanan yang nyata, kebijakan yang adil, dan perjumpaan yang tulus. Di situlah cinta menemukan maknanya,” tegasnya.

Baca Juga:  Fenomena, Kekuasaan, dan Realitas Sosial: Membaca Laporan Satu Tahun Pemerintahan Daerah dalam Perspektif Immanuel Kant

Audiensi ini juga dihadiri Dirjen Bimas Katolik, Suparman dan Direktur Pendidikan Katolik Ditjen Bimas Katolik, Salman Habeahan.

Yusti H. Wuarmanuk

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles