web page hit counter
Senin, 19 Januari 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Pesan Natal dari Tanah Suci: Ada Kedamaian di dalam Kristus

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem meminta agar doa terus dipanjatkan untuk mereka yang tinggal di Tanah Suci. Permintaan itu disampaikan (22/12) menjelang Natal.

Seperti dilansir aleteia.org, meskipun wilayah tersebut telah mengalami kesulitan selama dua tahun terakhir, penduduk Kristen yang tinggal di tempat Yesus dilahirkan dan hidup dapat terus menemukan harapan di dalam Dia pada Natal ini, demikian bunyi pesan baru dari para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem.

“Kami, para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem, mengikuti teladan Tuhan kita dalam Inkarnasi-Nya, terus berdiri dalam solidaritas dengan semua orang yang menderita dan putus asa,” kata pernyataan tersebut.

“Dan kami menyerukan kepada umat Kristen dan orang-orang yang berkehendak baik lainnya di seluruh dunia untuk terus berdoa dan memperjuangkan perdamaian yang sejati dan adil di tanah kelahiran Tuhan kita — dan, memang, di seluruh bumi.”

Baca Juga:  Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM Mengundurkan Diri

Para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem adalah kelompok ekumenis para pemimpin Kristen, termasuk Kardinal Pierbattista Pizzaballa. Pizzaballa adalah Patriark Latin Yerusalem, pemimpin umat Katolik ritus Latin di Tanah Suci.

Sama seperti sekarang, kata pernyataan itu, pada masa kelahiran Yesus, wilayah tersebut berada dalam “masa-masa sulit yang serupa.”

Saat itu, “malaikat Tuhan tiba-tiba menampakkan diri kepada para gembala di wilayah itu, memohon kepada mereka untuk menyingkirkan ketakutan mereka,” dan memberi tahu mereka bahwa Kristus Tuhan telah lahir.

“Saat berlutut di depan palungan di gua suci itulah para gembala pertama kali menyaksikan karunia kasih Allah yang penuh rahmat,” kata para pemimpin Gereja.

Pernyataan itu melanjutkan, “Dalam belas kasihan-Nya yang besar kepada kita, Yang Mahakuasa berkenan untuk mengambil wujud daging dan darah kita: untuk hidup di antara kita dan merasakan penderitaan kita; untuk kemudian memberitakan pesan pertobatan dan penebusan Allah bagi semua orang; dan untuk melayani orang-orang yang tertindas dan menderita sebelum akhirnya mengorbankan hidup-Nya bagi kita, agar kita dapat dibangkitkan bersama-Nya kepada kehidupan baru melalui iman kepada tindakan kasih Allah yang penuh rahmat.”

Baca Juga:  Seorang Ilmuan Jesuit Indonesia Diabadikan dalam Asteroid

Para patriark dan kepala gereja “bersukacita” atas gencatan senjata, dan betapa banyak tempat yang sekali lagi dapat merayakan Natal secara terbuka, “namun kita tetap memperhatikan peringatan Nabi Yeremia terhadap mereka yang mengatakan ‘damai, damai’ ketika tidak ada damai.”

“Karena kami sepenuhnya menyadari bahwa, meskipun telah diumumkan penghentian permusuhan, ratusan orang terus terbunuh atau menderita luka parah,” kata pernyataan itu, dan orang-orang masih mengalami kekerasan di negara-negara tetangga Tanah Suci.

Bagi mereka yang masih menderita, ada harapan yang dapat ditemukan di dalam Kristus, “sumber utama pengabdian kita kepada Allah,” demikian pernyataan tersebut.

“Oleh karena itu, kami mendorong Anda untuk mencari kekuatan rohani Anda kepada-Nya, bahkan ketika Tubuh Kristus yang lebih besar berupaya meringankan penderitaan Anda dan memperkuat tekad Anda untuk bertekun dalam pekerjaan Tuhan,” demikian pernyataan tersebut.

Baca Juga:  Berjalan Bersama Orang Muda dan Keluarga Menjaga Keutuhan Alam Ciptaan

Natal ini, para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem “mengucapkan selamat kepada Anda dan orang-orang terkasih Anda, semoga Anda dan orang-orang terkasih Anda mendapatkan sukacita dan kedamaian yang datang dari perjumpaan dengan kasih Allah yang tak terbatas yang lebih nyata dalam kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus di Betlehem.” (aleteia/fhs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles