spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bentuk Calon Imam yang Peka Kemanusiaan, Seminari Menengah St. Paulus Palembang Gelar Sosialisasi Anti-TPPO bersama Generasi Samaritan

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kepekaan sosial para calon imam, siswa Seminari Menengah Santo Paulus Palembang, khususnya kelas Retorika B dan Gramatika, mengikuti sosialisasi mengenai bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kegiatan yang berlangsung reflektif ini digelar berkolaborasi dengan gerakan orang muda, Generasi Samaritan (GenSa).

Edukasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran mendalam bagi para seminaris (calon imam) tentang pentingnya peran aktif Gereja dalam membela martabat manusia di tengah maraknya krisis kemanusiaan modern.

Kepala Sekolah SMA Seminari Menengah Santo Paulus Palembang,  Aloysius K, menegaskan bahwa pembekalan ini sangat krusial bagi masa depan para calon imam agar mereka tidak buta terhadap realitas sosial di masyarakat.

Baca Juga:  Orang Muda Katolik Diajak Bela Martabat Manusia dan Jadi ‘Generasi Samaritan’ di KAPal Youth Day 2026

“Kegiatan ini memberikan fondasi mengapa Gereja harus terlibat dan tidak boleh tinggal diam melihat ketidakadilan. Seorang calon imam dipanggil untuk menghadirkan kasih Kristus secara nyata dengan berdiri paling depan membela martabat manusia, terutama bagi mereka yang menjadi korban eksploitasi,” ujar Aloysius dalam sambutannya.

Materi utama mengenai peta dan modus TPPO dikupas tuntas oleh Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus (Romo Paschalis), Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Keuskupan Pangkalpinang, yang juga merupakan pendamping Generasi Samaritan.

Dalam pemaparannya, Romo Paschal mengingatkan para siswa bahwa modus kejahatan perdagangan orang kini telah bermutasi ke ranah digital. Pelaku tidak lagi selalu menggunakan kekerasan fisik, melainkan memanfaatkan media sosial, platform daring, hingga manipulasi psikologis berbasis kepercayaan untuk menjebak korban. Para seminaris diajak melihat bahwa TPPO bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan sebuah krisis iman yang mencoreng martabat manusia sebagai citra Allah.

Baca Juga:  KKPPMP Dua Keuskupan dan OMK Jajaki Kerja Sama dengan Ditres PPA-PPO Polda Sumsel demi Perangi TPPO

Melengkapi pemaparan tersebut, Generasi Samaritan (GenSa) turut berbagi inspirasi mengenai gerakan moral orang muda. GenSa lahir dari semangat untuk menjumpai Tuhan melalui pelayanan nyata kepada sesama yang terluka. Melalui edukasi dan aksi konkret, GenSa menantang kaum muda untuk memiliki mata yang terbuka melihat penderitaan, hati yang peka, dan tangan yang siap mengulurkan bantuan.

Kehadiran rekan-rekan muda dari GenSa menjadi bukti nyata bahwa spiritualitas kristiani harus berdampak pada tindakan bela rasa. Terinspirasi dari kisah Orang Samaria yang Murah Hati, mereka mengajak para seminaris untuk tidak menjadi penonton yang acuh, melainkan hadir menjadi pembawa harapan bagi korban ketidakadilan.

Melalui sinergi ini, Seminari Menengah Santo Paulus Palembang berharap para calon imam masa depan semakin meyakini bahwa mewartakan Injil harus berjalan beriringan dengan pembelaan hak-hak kemanusiaan. Gereja dipanggil untuk menjadi suara bagi mereka yang tak bersuara, serta konsisten melawan segala bentuk perdagangan manusia dan kekerasan terhadap kelompok yang rentan.

Baca Juga:  Uskup Emeritus Banjarmasin Mgr. Petrus Boddeng Timang: Allah yang Empunya Benih

Andreas Daris Awalistyo (Palembang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles