AKSI NYATA HARI PANGAN

200
Mgr Paskalis Bruno bersama Seksi Komisi PSE sedang merontokkan padi bersama.
[HIDUP/Aloisius Jhonsis]
Rate this post

HIDUPKATOLIK.com - Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun ini diperingati secara istimewa di beberapa keuskupan di Indonesia. Pesan menghargai pangan menjadi inti perayaan HPS tahun ini.

FOOD and Agriculture Organisation (FAO) atau organisasi pangan dan pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa merilis data yang menunjukkan sekitar 826,6 juta penduduk dunia masih kelaparan dan hidup dalam keadaan rawan pangan. Hari Pangan Sedunia (HPS) yang digagas FAO pada November 1979, menjadi sarana untuk menyikapi dan menggalang solidaritas dunia bagi mereka yang kelaparan. HPS yang jatuh setiap 16 Oktober juga diperingati Gereja Katolik. Tahun ini, Keuskupan-keuskupan di Indonesia turut merayakan HPS ke-36.

Di Keuskupan Agung Semarang, HPS dirayakan di Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, DI Yogyakarta, Minggu, 16/10. Romo Gregorius Utomo didampingi Pastor Kepala Paroki Ganjuran Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro dan Romo Rekan Yohanes Krismanto, memberkati ikatan rumpun padi yang telah menguning dan uba rampe, berupa nasi tumpeng, aneka lauk-pauk, dan buah-buahan.

Romo Herman mengakui, akhir-akhir ini ia ikut prihatin tiap kali melihat makanan yang berlebihan dan terbuang. Ia mengajak umat agar peduli pangan dan tidak membuang makanan. Ia memberi contoh, di Pastoran HKTY banyak umat yang mengantar makanan kepada para romo. Tetapi kalau para romo tidak menghabiskan, maka harus dibagi kepada orang lain.

Sementara di Keuskupan Purwokerto, petani dari enam paroki membawa padi, sayur-sayuran, gula, pisang, dan bahan pangan lainnya ke Rumah Pastoran Hening Griya Baturaden, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu, 15-16/10. HPS tahun ini bertujuan untuk menghargai para petani sebagai pejuang pangan dan gizi. “Inilah syukur Gereja atas keberadaan para petani dan kelompok tani,” kata Uskup Purwokerto Mgr Julianus Sunarka SJ.

Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Bogor juga menggelar perayaan HPS di Katedral St Perawan Maria Bogor, Sabtu, 15/10. Peringatan HPS diisi dengan pameran hasil karya ekologi dan lomba pangan sehat dari Paroki-paroki se-Keuskupan Bogor. Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM meminta umat Katolik untuk merawat dan melestarikan kehijauan Tanah Sunda. Kita perlu bersahabat dengan alam, menjadikan dunia sebagai rumah bersama.”

Di Keuskupan Agung Kupang, perayaan HPS berlangsung di Paroki St Yakobus Rasul Bukapiting, Alor, Rabu-Minggu, 12-16/10. Perayaan bertema “Keluarga, Kecukupan Pangan, dan Kerahiman Ilahi” ini dihadiri 80 peserta yang terdiri atas petani, penggerak Sosial Ekonomi Paroki. HPS dirayakan dengan menanam padi di sawah menggunakan metode jajar legowo dan praktik pembuatan pupuk organik. “Inilah Kerahiman Ilahi dalam diri kita, yang membuat kita berbelas kasih,” kata Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang.

Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Bali juga menggelar aneka lomba dan bazaar makanan sehat, Minggu, 16/10. Romo Paulus Payong SVD mengatakan, “Makanan sehat tidak selalu mahal, tapi makanan yang sehat sangat penting bagi kesehatan keluarga,” kata Pastor Rekan Paroki Tuka ini.

Yusti H. Wuarmanuk
Laporan: H. Bambang S (Yogyakarta)/Sutriyono (Purwokerto)/Aloisius Jhonsis (Bogor)/Hilarius Benediktus Asalau (Kupang)/Antonius E Sugiyanto (Bali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here