Empat Dekrit Baru Keutamaan Kristiani

277
Kardinal Angelo Amato SDB menyambut Paus Fransiskus. [Radio Vatikan]

HIDUPKATOLIK.com – PAUS Fransiskus menerima audiensi pribadi Prefek Kongregasi untuk Penggelaran Kudus, Kardinal Angelo Amato SDB, Senin, 10/10. Pada kesempatan itu, Bapa Suci merestui empat calon orang kudus baru, yang menerima gelar Hamba Tuhan, jenjang pertama dalam proses penggelaran kudus. Ia lalu memerintahkan agar Kardinal-Diakon Santa Maria in Aquiro itu segera mempromulgasikan empat dekrit keutamaan kristiani bagi keempat calon orang kudus tersebut. Adapun empat Hamba Tuhan yang baru itu adalah:

Pertama, Pater Luis Zambrano Blanco. Imam Keuskupan Badajoz (kini Keuskupan Agung Mérida-Badajoz) ini lahir di Fuente del Maestre, Badajoz, Spanyol, pada 23 Desember 1909. Semasa hidupnya, ia mendirikan Institut Sekulir Hogar de Nazareth. Ia wafat di Badajoz, Spanyol, pada 14 Februari 1983.

Kedua, Pater Tiburcio Arnáiz Muñoz SJ. Imam Jesuit ini lahir di Calle de Panaderos, Valladolid, Spanyol, 11 Agustus 1865. Ia masuk seminari sejak remaja. Setelah menyelesaikan studi calon imam, ia menerima tahbisan imamat pada 20 April 1890. Ia menerima tugas perutusan sebagai gembala di beberapa paroki di Spanyol, seperti Villanueva de Duero, Poyales del Hoyo. Tahun 1896, ia berhasil meraih gelar Doktor Teologi dari Universitas di Keuskupan Agung Toledo, Spanyol. Sepeninggal ibunya, Pater Muñoz memutuskan untuk masuk Serikat Yesus tahun 1902. Ia pun menjalani masa Novisiat di Granada selama dua tahun. Sebagai Jesuit, ia dikenal sebagai rasul yang tak kenal lelah bekerja bagi kaum papa hingga wafat di Málaga, pada 18 Juli 1926. Jenazahnya dimakamkan di Gereja Corazón de Jesús Málaga, Andalucia, Spanyol.

Ketiga, Maria Teresa Spinelli. Kelahiran Roma, Italia, 1 Oktober 1789 ini merupakan pendiri Kongregasi Suster-suster Agustinus, Hamba-hamba Yesus dan Maria. Kongregasi ini ia dirikan pada 23 September 1827, yang berfokus pada kerasulan di bidang pendidikan dan pendampingan Kristiani di kalangan anak muda. Tahun 1821, bungsu dari sembilan bersaudara ini berhasil mendirikan Sekolah di Frosinone, Italia. Alumna Sekolah Maestre Pie Venerini ini wafat pada 22 Januari 1850.

Keempat, Mary Costanza Panas, yang bernama asli Agnese Pacifica. Suster Kapusin Santa Klara ini lahir di Alano di Piave, Belluno, Italia, pada 5 Januari 1896. Ia membaktikan dirinya di Biara Fabriano, Italia. Ia wafat pada 28 Mei 1963.

Pengumuman resmi promulgasi dekrit untuk empat calon orang kudus baru ini dilakukan Kardinal Angelo Amato SDB pada Selasa, 11/10, dan dipublikasikan di dalam terbitan L’Osservatore Romano, edisi Jumat, 21 Oktober 2016, halaman 12.

R.B.E. Agung Nugroho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here