Rapat Perdana Pengurus Komisi KOMSOS-KWI Periode 2016-2019

194
Badan Pengurus KOMSOS KWI foto bersama dengan Ketua KOMSOS KWI Mgr Hilarion Datus Lega. (Dok. www.mirifica.net)

HIDUPKATOLIK.com – SETELAH Vakum dari pertemuan sejak 2011 lalu, Badan Pengurus Komisi – Komunikasi Sosial (KOMSOS) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) periode 2016-2019 akhirnya menyelenggarakan rapat perdana di Jakarta, Kamis, 15/12. Sejumlah agenda utama terkait karya kerasulan Komunikasi sosial menjadi topik pembahasan pada rapat tersebut.

Dalam pengantarnya, Ketua Komisi KOMSOS-KWI Mgr Hilarion Datus Lega mengatakan bahwa sebelum menjadi Ketua Komisi Komsos terakhir ini ia mendapat tiga tugas dari KWI sehingga hampir setiap bulan selalu ada di Jakarta. “Itu terlalu jauh bagi saya, Orang pikir terbang itu enak. Kalau tiap-tiap bulan itu tidak bagus, apalagi keuskupan saya itu hampir sepertiga dari luas pulau Jawa,” kata Mgr Hilarion.

Dengan aktivitas itu akhirnya membuat Mgr Hilarion tidak dapat mengikuti rapat KOMSOS termasuk kegiatan PKSN 2017 di Keuskupan Sibolga. Meski demikian, Mgr Hilarion berkeyakinan bahwa sejak awal ia selalu memperhatikan apa yang sudah dikerjakan Sekretaris Komisi Komsos KWI Romo Kamilus Pantus, anggota badan Komisi KOMSOS, dan jejaringnya. Ia juga melihat program yang ada dan optimis bahwa kerasulan di bidang komunikasi ini akan terus berkembang.

Uskup Manokwari Sorong itu menceritakan bahwa Romo Kamilus, pada suatu kesempatan mengirim SMS kepadanya agar dapat memaksimalkan dana kolekte umat  untuk pembuatan film Komsos dalam kerja samanya dengan Komsos KAJ. Ia pun berharap agar kolekte umat dapat dipergunakan sebaik mungkin. “Marilah, kolekte umat dikembalikan kepada umat dengan cara sebaik-baiknya,” ujarnya.

Terkait  Perayaan Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) yang selalu dilaksanakan pada setiap tahun, Mgr Hilarion juga melihat bahwa gagasan penyelenggaraan PKSN dari keuskupan ke keuskupan sudah bisa mencapai yang diharapkan. “Apalagi keuskupan yang jauh dari pusat-pusat informasi. Berbagai variasi kegiatannya, amat membantu kampanye komunitas sosial karena hampir melibatkan semua elemen masyarakat Katolik, juga melibatkan orang-orang dari Lembaga hidup bakti, yang mungkin secara struktural berada dalam satu jaringan dengan keuskupan. Kepada para uskup, saya menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan keuskupan berupa kolekte pada hari komunikasi sosial,” ujar Mgr Hilarion.

[nextpage title=”Rapat Perdana Pengurus Komisi KOMSOS-KWI Periode 2016-2019″]
Sambil mengenang kembali perayaan Indonesia Youth Day 2016 di Manado, Mgr Hilarion juga menegaskan bahwa orang-orang muda sebaiknya diikutsertakan dalam kerasulan komunikasi sosial ini. Karena itu, dalam PKSN ke depan Mgr Hilarion berharap agar dapat melibatkan orang-orang muda Katolik sebanyak mungkin. “Kalau anak-anak muda kita dilibatkan di dalam pastoral Komunikasi Sosial, yakinlah tidak ada yang sia-sia,” katanya bersemangat.

Sebelumnya, Pastor Kamilus Pantus menyampaikan terima kasih kepada Mgr Hilarion dan para anggota Badan Pengurus yang telah bersedia ikut berkarya melayani Gereja. Menurutnya kehadiran komisi KOMSOS di KWI merupakan sebuah kebutuhan dengan tugas pokok melayani kebutuhan keuskupan. “Karena itu, sebelum menyusun rancangan program kerja, KOMSOS KWI selalu berusaha menghubungi rekan-rekan Komsos keuskupan untuk meminta bantuan dan masukan mengenai program Komsos pada tahun berikutnya,” katanya.

Dalam kesempatan awal pertemuan Romo Kamilus juga memaparkan sejumlah program utama Komisi KOMSOS KWI di antaranya pelatihan jurnalistik untuk orang muda Katolik; workshop audiovisiual untuk tenaga  penyiar radio; dan workshop story telling yang menjadi program baru dari Komisi KOMSOS KWI.

Salah satu anggota Badan Komisi Komsos KWI Errol Jonathans mengungkapkan bahwa berbagai karya kerasulan di bidang Komsos terutama untuk meningkatkan gerakan literasi media kepada umat Katolik di Indonesia untuk saat ini memang sedang menjadi perhatian Komisi Komsos KWI. Dengan semakin merajalelanya media massa digital, upaya itu semakin terbuka peluangnya. Sangat penting sebetulnya, bagaimana orang-orang yang bergerak di media mendapatkan pemahaman baru, mendidik publik untuk mampu mencermati berita mana yang layak untuk dinikmati. Dengan semakin merajalelanya media, opsi pemberdayaan literasi media dengan tagline good news is goog news semakin terbuka,” ungkap penyiar senior Radio Suara Surabaya ini.

Selain Ketua dan Sekretaris Komisi KOMSOS KWI dan Errol Jonathans dari Radio Suara Surabaya, turut hadir dalam pertemuan ini sekretaris Komisi KOMSOS Keuskupan Agung Semarang Romo Agung Noegrogo, Jurnalis Senior A. Margana, Penggerak komunitas “Indonesia Menulis” Budi Sutedjo, Artis dan pencipta lagu Rohani Katolik Lisa A Ryanto, Jurnalis Bisnis Indonesia Abraham Runga Mali dan Penulis Sesawi.net Abdi Susanto.

Sumber: www.mirifica.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here