Paduan Suara Bells Youth Choir : Prestasi Hanya Bonus

235
Kelompok paduan suara Bells Youth Choir.
[NN/Dok. Bells Youth Choir]
Rate this post

HIDUPKATOLIK.com – Prestasi merupakan bonus dari segala proses. Yang utama bagaimana Bells Youth Choir menjadi wadah bagi kaum muda agar tidak kehilangan arah.

Hee yamko rambe yamko
aronawa kombe
Hee yamko rambe yamko
aronawa kombe
………….

Syair lagu di atas adalah petikan lagu tradisional Papua. Lagu ini dinyanyikan oleh puluhan remaja yang tergabung dalam Bellarminus Youth Choir atau sering disebut Bells Youth Choir di Ruang musik SMA St. Bellarminus Menteng, Jakarta Pusat. Suara merdu para remaja ini diiringi dengan alunan orkestra menambah kemeriahan suasana.

Stok lagu yang dimiliki oleh grup paduan suara ini sangat banyak, mulai dari lagu rohani hingga lagu profan, lagu daerah hingga lagu nasional. Lagu-lagu internasional dinyanyikan juga seperti Ave Maria, I just Come ti Prise the Lord dan Halleluja Handel. Ketua Paduan Suara, Ezra Merdardus meng ungkapkan, lagu-lagu yang ditampilkan Bells Youth Choir ini menunjukan cinta akan Gereja dan tanah air. “Kami mengembangkan lagu-lagu rohani dan juga lagu-lagu yang berwawasan kebangsaan.”

Pria yang akrab disapa Ezra ini menambahkan, lagu-lagu itu dipersiapkan untuk beberapa festival dan perlombaan yang sering mereka ikuti. Selain itu, kelompok paduan suara ini juga menjadi sarana promosi Sekolah Bellarminus.

Aset Sekolah
Sekolah Katolik dikenal sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas di Tanah Air. Tak hanya terkenal karena potensi akademik, mereka juga mocer di berbagai bidang, satu di antaranya adalah tarik suara. Sebagian besar sekolah Katolik, seni suara merupakan ekstrakurikuler wajib.

Sekolah yang berada di Jalan Lombok nomor 58 itu tak mau kalah soal tarik suara. Lembaga pendidikan tersebut semula membentuk kelompok kor biasa. Anggota kor ditentukan oleh guru musik. Agenda utama latihan kor untuk kegiatan internal sekolah, seperti Misa.

Tahun 2013, para siswa yang memiliki minat di paduan suara dan orkestra ingin memiliki wadah untuk mengembangkan potensi mereka. Lantas terbentuklah Bells Youth Choir, kemudian resmi menjadi salah satu kegiatan ekstakurikuler sekolah.

Menurut Guru Musik dan Pembimbing Bells Youth Choir, Zakarias Mario Agustinus da Silva, regenerasi terjadi setiap tahun. Banyak siswa yang meminati ekstrakurikuler paduan suara ini. “Paduan suara merupakan potensi sekolah bahkan sebagai aset sekolah. Paduan suara dipakai banyak hal mulai dari tugas-tugas internal maupun eksternal,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, untuk menunjang potensi, komunitas ini mewajibkan untuk melakukan latihan tiap Senin selama dua jam. Latihan berlangsung usai jam pelajaran. Memang, awalnya banyak siswa keberatan. Namun seiring waktu mereka menyadari bahwa untuk meng asah kempuan butuh proses, yakni rajin latihan dan tampil. “Dua bulan sekali, kami menanggung kor di Paroki St Theresia Menteng. Ini sekaligus menjadi kesempatan untuk promosi,” bebernya.

Kekurangan Murid
Jumlah anggota Bells Youth Choir terus bertambah. Anggota yang tebanyak berasal dari kelas X dan XI. Kelas XII mendapat keistimewaan karena mereka fokus kepada Ujian Nasional. Mereka mendapatkan hak anggota tidak tetap sehingga bagi yang merasa masih sanggup bisa terlibat.

Koordinator Latihan, Caroline Huang, membeberkan jumlah anggota yang terdaftar sekitar 45 orang. Namun, dalam praktiknya hanya 28 anggota yang aktif. Kondisi tersebut, dalihnya, merupakan hal lumrah bagi sekolah yang kekurangan murid. Selain itu, ada juga siswa yang memilih ekstrakurikuler lain.

Salah satu anggota, Joana Fourta Endira, mengungkapkan, Bellarminus Youth Choir menjadi kegiatan di luar jam kelas yang paling banyak digemari siswa. “Yang menjadi daya tarik kami adalah menggabungkan tarik suara dengan orkestra. Paduan kedua hal itu membuat banyak siswa bergabung dengan kegiatan ekstra ini.”

Joana menambahkan, tiap anggota didorong untuk memandang dan merasa bahwa komunitas tersebut adalah rumah bersama, sementara kawan-kawan adalah saudara dan saudari sendiri. Komunitas ini bukan lagi sekadar mencari teman tetapi sebagai keluarga.. “Kami berasal dari kelas yang berbeda dan kecendrungan untuk menutup diri begitu tinggi. Pembimbing kami menyarankan agar saling terbuka dan mengenal satu sama lain,” kenangnya.

Seiring waktu, berkat latihan dan pertemuan nan intens, mereka kian solid. Bahkan, ada kerinduan jika lama tak bertemu, misal saat liburan akhir semester.

Bells Youth Choir telah mengukir banyak prestasi, antara lain silver medal Fesparawi MPK KAJ 2016, juara III Lomba Paduan Suara kategori Folksong Universitas Indonesia tahun 2014, dan finalis Fesparawi SMA MPK KAJ 2018. Tak hanya itu, mereka juga terlibat dalam sejumlah kegiatan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Kesempatan Berbenah
Zam, panggilan Zakarias Mario Agustinus da Silva, mengatakan, sederet prestasi tersebut, juga kesempatan Bells Youth Choir membenahi dirinya. Ia mengakui, masih ada  kekurangan yang menjadi pekerjaan rumah bersama. “Prestasi merupakan bonus dari segala proses. Yang utama adalah Bells Youth Choir menjadi wadah kaum muda di sini agar tak kehilangan arah dan Tuhan,” jelasnya.

Ia juga menginginkan agar kelompok itu menjadi sarana pembentukkan karakter siswa. Selain itu, grup ini pun menjadi “alat” untuk memuji Allah dengan baik. “Kenyataan-kenyataan seperti ini akan terus dibangun,” pungkasnya.

Willy Matrona
Laporan : Marchella A. Vieba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here