Andreas Ferry Kodrat : Berdoa saat Dihipnosis

569
Andreas Ferry Kodrat.
3.3/5 - (3 votes)

HIDUPKATOLIK.com – Kegetiran masa kecil membuatnya memahami kondisi metropolis. Banyak orang menderita stres di kota.

Masih begitu kuat diingatan Andreas Ferry Kodrat saat ia masih kecil. Ia diasuh oleh Ibunya yang single parent. Namun, itu berakhir saat dirinya masih duduk di bangku SD, Ibunya meninggal. Meski sebatangkara, ia terus berjuang. Ia bahkan harus berpindah-pindah sekolah dan berpindah tempat tinggal.

Lingkungan pergaulannya tidak hanya di Bogor, Jawa Barat, tempat kelahirannya, tapi juga di Cipinang di tempat pamannya. Di kedua tempat ini baginya sama saja karena tetap menjadi anak kolong. Ia sering luntang-lantung di jalanan bersama teman-temannya untuk mencari makan sendiri.

Ferry mengenang, pengalaman kegetiran di kota metropolitan inilah yang nantinya membentuk pribadinya yang bekerja keras. Selain itu, pengalaman-pengalaman inilah yang membuatnya mempunyai pilihan membantu warga kota yang mengalami stress dan gangguan kejiwaan.

Tidak Putus Asa
Setelah lulus dari SMA St. Fransisikus Asisi II Kampung Ambon, Ferry memutuskan tinggal sendiri. Ia kos sambil melanjutkan pendidikannya di Universitas Darma Persada, jurusan Sastra Jepang. Namun, tak lama ia kuliah di kampus itu. Ia tak suka dengan jurusan yang ia pilih. Ia hanya satu tahun kuliah di kampus yang terletak di daerah Jakarta Timur itu.

Ferry lalu mencoba pindah kampus. Ia mengambil jurusan perbankan di Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE), Jakarta Timur tahun 1990. Sama saja, bidang ini belum menarik hatinya. Ia pun keluar setelah hanya satu tahun kuliah.

Pengalaman keluar masuk kuliah ini, membawa Ferry merenungkan kembali perjalanan hidupnya. Ketika sudah berjalan terlalu jauh, ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke Rumah Tuhan. Ia pun berdoa siang dan malam. Ia membangun komitmen agar diberi petunjuk dalam langkah selanjutnya.

Doanya ternyata dikabulkan, Ferry dapat bekerja di sebuah perusahaan advertising. Di dunianya yang baru ini, ia berusaha sekuat tenaga bekerja seturut tuntutan perusahaan. Beruntung, di sini ia dapat mengembangkan kemampuannya dalam dunia advertising. Pelan-pelan ia sadar, di sini lah dunia yang ingin ditekuni. “Saya mulai meyakinkan diri saya agar ahli di bidang advertismen. Saya mulai semangat untuk bekerja.”

Saat inilah tiba-tiba muncul niat dalam diri Ferry untuk kuliah lagi. Ia pun memutuskan kuliah di Universitas Sahid, Jakarta Pusat mengambil kuliah jurusan humas. Kali ini, ia menyelesaikan studi tanpa sedikitpun hambatan. Setelah selesai kuliah, ia mendapat tawaran untuk mengabdi di kampusnya ini menjadi dosen. “Kampus mungkin melihat saya cukup menonjol di kelas sehingga mereka memutuskan untuk menarik saya menjadi pengajar disini.”

Ferry tidak hanya menoreh prestasi di kampus, tetapi juga di tempat kerjanya. Salah satunya, ia berhasil menciptakan media inovasi, pemasang iklan di elevator dan eskalator. Iklan jenis ini berhasil menjangkau banyak pusat pembelanjaaan di seluruh Indonesia.

Ahli Terapi
Krisis ekonomi tahun 1998 ternyata berarti cukup banyak bagi Ferry. Di sinilah ia berpikir kembali tentang tujuan hidupnya. Kali ini, ia memutuskan untuk meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja dan membuka perusahaan sendiri di bidang yang sama, advertising.

Di perusahaannya, Ferry menemukan dunia lebih luas. Baginya, dinamika sebuah kota metropolitan membuat banyak orang yang menderita stress. Ia mengalami sendiri, di tengah semrawutnya kota, stres menjadi masalah yang dialami hampir semua penduduknya. “Saya mengalami sendiri, saya bahkan pernah menderita penyakit jantung.”

Pada suatu kali, Ferry menemukan hipnoterapi sebagai salah satu jawaban untuk masalah stres yang banyak dialami penduduk kota. Hipnoterapi membantu orang untuk menemukan kembali semangat yang kadang hilang di tengah hiruk kota. Saat inilah, ia mulai kepincut dengan dunia ini.

Tak butuh waktu lama, Ferry kemudian memutuskan untuk belajar menjadi hipnoterapis. Hal ini didorong juga karena pengalamannya sembuh dari berbagai penyakit yang dialaminya. Dengan belajar tentang terapi ini, ia berharap dapat membagikan kepada yang lain.

Tak sekadar hipnoterapi biasa, Ferry membuat konsep yang berbeda. Ia menyebut metodenya sebagai Power of Powerles Healing Deep Relaxation. Tujuan dari terapi ini adalah menyembuhkan banyak orang menderita berbagai penyakit. “Terapi yang saya jalankan berbeda dengan terapi yang dijalankan diluar sana,” bebernya.

Hipnoterapi sering digunakan untuk memodifikasi perilaku subjek. Ferry mengungkapkan, dengan hipnosis seseorang dibawa pada suatu kondisi pikiran, di mana fungsi analitis logis pikirannya direduksi. Selanjutnya, dalam keadaan ini, seorang hipnoterapis dapat masuk ke dalam kondisi alam bawah sadar (sub-conscious/ unconscious) orang itu. Sampai pada kondisi ini, beragam potensi internal dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup.

Individu yang berada pada kondisi “hypnotic trance” lebih terbuka terhadap sugesti. Individu itu juga dapat dinetralkan dari berbagai rasa takut berlebih (phobia), trauma ataupun rasa sakit. Ferry melanjutkan, seseorang yang mengalami hipnosis masih dapat menyadari apa yang terjadi di sekitarnya, berikut dengan berbagai stimulus yang
diberikan oleh terapis.

Ferry juga mengembangkan suatu model doa yang ia tawarkan saat terapi. Menurutnya kondisi “trans” saat terapi dapat mengarahkan seseorang untuk berdoa dengan hati. Ia menemukan, tidak begitu banyak orang yang menyadari bahwa hipnoterapi merupakan sarana untuk berdoa.

Bila dilihat lebih jauh, di dalam Kitab Suci juga dijelaskan bagaimana Tuhan mengajak untuk mengunci pintu dan berdoa di dalam kamar. Menurut Ferry, seorang beriman harus masuk kedalam hatinya untuk bertemu dengan Tuhan dan berdoa kepada-Nya. “Ini adalah kesempatan yang tepat untuk berjumpa dengan Allah. Untuk meminta kepada-Nya apa yang diinginkan.”

Andreas Ferry Kodrat

Lahir : Bogor, 7 Januari 1969

Pendidikan :
S1 – Universitas Sahid
S2 – Universitas Esa Unggul
S3 – Universitas Harvest

Penghargaan
• Museum Recor Indonesia (MURI), Building advertising Terbesar di Indonesia, 2005
• Museum Recor Indonesia (MURI), L’Oreal Paris – White Perfect Mobile Institute Pertama di Indonesia, 2005.
• Museum Recor Indonesia (MURI), Telkomsel – Basketball Field Advertesing Terbanyak di Indonesia, 2007.
• Best Secretary 2017 – 2018. Lions Club Jakarta Pelita Sejati. Award from Elizabeth Halim, Lions District Governor 307 B1.
• Certificate of Excellence 2017 – 2018. Lions Club Jakarta Pelita Sejati. Award from Dr. Naresh Aggarwal, Lions International President.

Willy Matrona

HIDUP NO.45 2018, 11 November 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here