Merawat Wasiat Hidup Bersama

172
Pastor Martin Harun dan Siti Musdah Mulia (kanan-kiri).
[HIDUP/Elisabeth Chrisandra J. T. D.]
Rate this post

HIDUPKATOLIK.com – Lagu “Assalamualaikum” karya Opick mengalun dari bibir para frater Fransiskan di Aula Gereja St Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu, 16/3. Mereka menyanyikan lagu tersebut sembari menunggu peserta gelar wicara bertajuk “Tuhan Jadikanlah Aku Pembawa Damai” berdatangan.

Bincang-bincang ini digelar sebagai peringatan atas perjumpaan St Fransiskus dari Asisi dengan Sultan al-Kamil, 800 tahun lalu. Hal ini juga terkait dengan kunjungan Paus Fransiskus ke Uni Emirat Arab serta penandatanganan dokumen Persaudaraan Manusia demi Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan bersama Imam Besar Al-Azhar, pada awal Februari lalu.

Menurut Guru Besar Kitab Suci STF Driyarkara, Pastor Martin Harun OFM, perjumpaan kedua tokoh agama itu memberi pesan dan wasiat kepada seluruh penghuni bumi agar terus-menerus memperjuangkan dan merawat kedamaian. Sebab, fondasi kerukunan yang ditancapkan sekarang dapat menjadi panduan untuk merawat persaudaraan bagi generasi mendatang.

Misi tersebut merupakan upaya mutlak bersama saat ini. Karena, menurut salah satu pendiri sekaligus ketua umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace, Siti Musdah Mulia, sejumlah penelitian menunjukkan angka intoleransi masyarakat sangat mengkhawatirkan. Ditambah lagi, masyarakat tengah berada di era posttruth atau pasca kebenaran, di mana daya tarik emosional lebih berpengaruh dalam membentuk opini publik daripada fakta obyektif. Alhasil, masyarakat mudah diombang-ambingkan dan situasi ini dimanfaatkan oleh elit politik secara tidak benar demi keuntungan pribadi dan kelompoknya.

Elisabeth Chrisandra J. T. D.

HIDUP NO.12 2019, 24 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here