Gereja Tangguh dan Misioner

203
Para peserta lokakarya Katekese Singkat Ajaran Iman Katolik dan Cipta Lagu SEKAMI, di Chatolic Center, Jalan Mataram, Medan Baru, Sumatera Utara, Selasa, 27-30/8.
[Maurits Pardosi]

HIDUPKATOLIK.com – Kaum muda hendaknya menjadi harapan Gereja. Karena itu, perlu seorang beriman yang cerdas, dewasa, tangguh, dan misioner di zaman ini.

Komisi Kerasulan Kepausan Indonesia (KKI), bersinergi dengan Pemerintah Kota Medan menghelat kegiatan Loka Karya Katekese Singkat Ajaran Iman Katolik dan Cipta Lagu SEKAMI, di Chatolic Center, Jalan Mataram, Medan Baru, Sumatera Utara, Selasa, 27-30/8. Kuskupan Agung Medan (KAM) menjadi tempat perhelatan kegiatan ini karena fokus pastoral KAM 2019 bertujuan untuk meningkatkan keluarga Katolik dalam hidup bermasyarakat. Desakan untuk memberi katekese kepada para remaja di KAM, ditanggapi secara positif oleh Pemerintah Kota Medan yang membantu dalam hal pendanaan.

Direktur KKI KAM Pastor Martinus Nule SVD mengatakan, Gereja berterima kasih kepada pemerintah atas partisipasi mereka dalam menanamkan nilai-nilai Kekristenan kepada umat Katolik. “Kerjasama ini merupakan satu langkah yang baik untuk ambil bagian dalam menanamkan nilai-nilai Kekatolikan kepada remaja. Mengingat bahwa remaja adalah umur rentan terkena virus atau penyakit masyarakat masa kini,” ujar Pastor Martinus.

Di zaman ini, remaja diminta menanamkan kecintaan kepada nilai-nilai Kristiani sebagai keutamaan hidup. Menurutnya bonus demografi menunjukkan 52 persen kehadiran remaja bisa memberikan keuntungan bagi bangsa. “Maka keutamaan hidup lewat nilai-nilai moral dapat menjadi pedoman untuk para remaja menghadapi bonus demografi itu,” ujar Pastor Martinus.

Bonum Commune
Sementara itu, Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap menyebutkan bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan di KAM untuk memberikan kontribusi bagi remaja kita masa kini. Tujuan utama untuk menanamkan semangat misioner bagi remaja. Maka itu, dibutuhkan pergerakan bersama baik Gereja maupun pemerintah untuk mencapai bonum commune.

Pada kesempatan yang sama juga, Direktur Nasional KKI Pastor Markus Nur Widipranoto mengharapkan, kegiatan ini dapat membantu semua umat, tidak saja kaum muda. Seorang beriman yang cerdas, dewasa, tangguh, dan misioner itu penting di zaman ini. “Cerdas, berarti secara pengetahuan sudah mampu. Tak saja itu, dibutuhkan kedewasaan iman dengan pemahaman yang benar dan mendalam dalam spiritual sabar menghadapi saat-saat krisis,” tutur Pastor Nur Widi.

Kegiatan ini dihadiri sedikitnya 40 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesi. Ada yang berlatar belakang filsafat, musik, pastoral, dan bahasa. Salah satu wujud nyata dari kegiatan ini adalah para peserta akan menyusun buku katekese dan lagu-lagu untuk remaja Katolik baik di KAM dan harapannya juga untuk Gereja Indonesia. “Seluruh peserta loka karya mengafirmasi sambutan Komisi KKI dan berkomitmen dalam semangat pelayanan,” demikian Pastor Nur Widi.

Maurits Pardosi (Medan)

HIDUP NO.36 2019, 8 September 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here