Hari Hidup Bakti Sedunia

31
Hari Hidup Bakti Sedunia
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Hari Hidup Bakti Sedunia melihat sesuatu dengan cara duniawi adalah godaan besar dalam hidup bakti karena dapat menyebabkan hilangnya gairah hidup, kesedihan, dan ketidakpercayaa.

Hari Hidup Bakti Sedunia berlangsung bersamaan dengan Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah sejak dicanangkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1977. Alasannya karena peristiwa Yesus dipersembahkan di Bait Allah adalah gambaran dari totalnya persembahan hidup seseorang bagi semua orang yang dipanggil untuk Gereja dan dunia melalui penginjilan yang mencerminkan semangat kekhasan Yesus yang kudus, miskin, dan taat.

Tahun ini, Paus Fransiskus memusatkan perhatian pada perkataan Simeon ketika ia menemukan Kristus di Bait Suci, “Mataku telah melihat keselamatanmu” (Luk 2:30). Berbicara langsung kepada setiap pria dan perempuan yang telah
dikhususkan dan dikuduskan bagi hidup bakti, Bapa Suci mengatakan bahwa mereka seperti Simeon seorang pria sederhana yang melihat harta
bernilai lebih dari kebaikan duniawi. Harta itu adalah kemampuan mengenali Yesus untuk melihat apa yang benar-benar penting dalam hidup. “Kemampuan inilah yang menjadi jantung dari kehidupan Kristiani,” ujarnya.

Wahyu ini, Paus menjelaskan, dimulai dengan
mengetahui cara melihat rahmat, terutama melihat
bagaimana Allah bekerja dalam hidup kita. Tidak hanya dalam peristiwa besar, tetapi juga dalam peristiwa kecil yang menampilkan kerapuhan dan kelemahan kita. Bapa Suci memperingatkan, melihat sesuatu dengan cara duniawi adalah godaan besar dalam hidup bakti karena dapat menyebabkan hilangnya gairah hidup, kesedihan, dan ketidakpercayaan. Maka, mampu memahami rahmat Tuhan di dalam hidup seperti Simeon akan memberi makna pada kaul kemiskinan, kekudusan, dan ketaatan.

Melanjutkan renungannya pada sosok Simeon seperti dilansir www.vaticannews.va, 2/2, Paus Fransiskus berkata bahwa ia melihat Yesus sebagai pribadi rendah hati yang datang untuk melayani bukan untuk dilayani. Ia bahkan menyebut diri-Nya sebagai pelayan. “Sebagai kaum religius kita perlu memiliki pandangan hidup
untuk melayani dengan keluar mencari mereka yang membutuhkan terlebih dahulu,” tegasnya.

Akhirnya, Bapa Suci berkata mata Simeon melihat
keselamatan karena ia mengharapkannya. “Seperti
Simeon dan Hana di Bait Allah, para religius harus
memiliki harapan. Rahasianya adalah dengan tidak pernah mengasingkan diri dari Tuhan yang merupakan sumber harapan,” tandasnya.

Felicia Permata Hanggu

HIDUP NO.06 2020, 9 Februari 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here