Caritas Indonesia Siapkan Pendampingan Psikologis bagi Korban Banjir dan Tanah Longsor di NTT

13
Tambak Mgr. Dominikus Saku, Uskup Atambua, menyapa korban di pengungsian. (foto: Ino Nahak)

HIDUPKATOLIK.COM – TIDAK hanya memberi bantuan sembako, obat-obatan, air bersih dan penyediaan sarana sanitasi, Caritas Indonesia (KARINA) juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah terdampak, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bersama dengan Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan – Konferensi Waligereja Indonesia (SGPP-KWI), Caritas Indonesia telah mematangkan konsep pendampingan psikososial bagi warga korban banjir NTT, khususnya di Wilayah Adonara dan Lembata, Flores, NTT.

“Fokus utama kami untuk memberikan dukungan kepada mereka yang kehilangan, terlebih bagi kelompok rentan; anak, perempuan, lansia, dan difabel,” ujar Sekretaris SGPP-KWI, Sr. Natalia, OP, Jumat, 16/4/2021 di Jakarta.

Menurutnya, pendampingan ini akan melibatkan tim SGPP Keuskupan setempat dan jejaring yang sudah bergerak saat ini untuk bersinergi seperti di Keuskupan Larantuka dengan Simpasio Institute dan konggregasi yang berkarya di wilayah Pulau Flores. Di samping itu juga dengan jejaring orang muda yang siap menjadi relawan psikososial.

Sementara itu, di wilayah Keuskupan Atambua, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) bersama dengan komunitas guru agama telah berinisiatif memberikan dukungan psikososial di tempat pengungsian Paroki Kamanasa, Keuskupan Atambua.

“Sektor psikososial bagi anak-anak dan perempuan rupanya belum mendapat perhatian penuh dari Pemerintah,” ujar Romo Ino Nahak Berek, Pengurus Komunikasi Sosial Keuskupan Atambua. Inisiatif dari kelompok-kelompok masyarakat ini, kata Romo Ino memunculkan inisiatif dari Keuskupan Atambua untuk mengajukan fasilitasi pelatihan bagi Orang Muda Katolik (OMK) setempat dengan kemampuan pendampingan.

Masif Bergerak

Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan hingga kini terus bergerak secara masif. Caritas Indonesia telah mengirimkan tiga relawan terlatih nasional dan satu staf untuk memfasilitasi, mengoordinasi, dan menganimasi staf dan relawan Caritas Keuskupan.

Kajian kebutuhan dan kajian pasar sedang berlangsung untuk wilayah Pulau Adonara, Pulau Lembata, dan Kabupaten Malaka. Ini bertujuan untuk bersinergi dengan lembaga kemanusiaan lain dan pemerintah utamanya Sektor Perlindungan dan Pengungsian.

Selain itu, Caritas indonesia juga telah menyalurkan bantuan dari berbagai pihak entah itu dalam negeri maupun luar negeri. Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan juga terus membuka donasi dan mengumpulkan barang-barang yang dibutuhkan para penyintas banjir. Barang-barang disalurkan ke Caritas Keuskupan terdampak untuk selanjutnya dibagikan langsung ke korban banjir.

Sampai dengan 15 April 2021, Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD KAJ) yang berperan sebagai Caritas Keuskupan Agung Jakarta, telah mengirimkan 2400 liter minyak goreng, 2 ton gula pasir, dan 6,8 ton beras.

Sedangkan dari Caritas Keuskupan Ruteng, bantuan dikirimkan ke Larantuka dengan rincian 300 kg beras, 144 liter minyak goreng, makanan instan 1.152 bungkus, paket kebersihan dan sanitasi, serta susu dewasa.

“Soliditas Jaringan Nasional Caritas bersama dengan seluruh elemen Gereja Katolik Indonesia terus dikuatkan untuk respons kebencanaan ini,” tutup Romo Fredy Rante Taruk selaku Direktur Eksekutif Caritas Indonesia.

Caritas Keuskupan Larantuka juga telah membantu warga di Dusun Molong, Utan Ulumado, Adonara, berupa penyambungan saluran air bersih sepanjang 300 meter. Sambungan ini memberikan akses terhadap air bersih bagi 113 KK (495 jiwa) di 2 dusun. “Kami sangat terbantu dengan disambungnya saluran air yang terputus karena banjir bandang lalu,” ujar Ketua Jamaah Masjid Dusun Molong menyampaikan.

Direktur Caritas Keuskupan Larantuka Romo Marianus Dewantoro Welan, juga menyebutkan, pihaknya terus mengupayakan air bersih ini selalu tersedia. “Kami juga mencari jalan untuk akses yang terputus untuk mendistribusikan air bersih yang sangat vital bagi desa lain,” ujarnya.

Laporan Tim Caritas Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here