Karena Alasan Pastoral, Tiga Sakramen Dirayakan Sekaligus

167
Pera penerima sakramen di Praoki Kristus Raja Kimaan, Keuskupan Agung Merauke bersama dua imam. (Foto: Helen Yovita Tael/Komsos KAMe)
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – RAUT wajah gembira dan sukacita terlihat pada wajah anak-anak dan orangtua yang menerima  sakramen-sakramen di Paroki Kristus Raja Kimaan, Keuskupan Agung Merauke. Bertepatan dengan Hari Raya Kelahiran St. Perawan Maria, Rabu, 8 September 2021, diadakan penerimaan tiga  sakramen sekaligus dalam satu Perayaan Ekaristi. Masing-masing sakramen itu adalah  Sakramen Pembaptisan bagi 39 anak dan 1 dewasa,  Komuni Pertama bagi 40 orang,  dan Sakramen Perkawinan bagi 7 pasangan. Penerimaan tiga jenis sakramen sekaligus ini karena alasan pastoral saja, di mana ada orangtua yang baru menikah sekaligus anaknya dibapis dan terima Komuni Pertama. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Yohanis Elsoin dan Pastor Yakobus Priyono selaku Vikep Kimaam.

sebagian dari para penerima Komuni Pertama (Foto: Helen Yovita Tael/Komsos KAMe)

Satu hal yang unik dari penerimaan sakramen kali ini adalah pakaian yang dikenakan para peserta. Kalau biasanya secara umum kita menemukan pakaian hitam-putih atau seragam yang umum ditempat lain, kali ini umat setempat masih mengenakan pakaian tradisional. “Gereja mengikuti  saja. Yang penting tidak melenceng dari liturgi di samping itu euforianya juga lebih dapat karena pesta,” kata Pastor Yohanis.

Sebelum menerima sakramen, anak-anak yang menerima Komuni Pertama dan orangtua yang melangsungkan perkawinan diberikan pembekalan  terlebih dahulu tentang katolisitas.

Sakramen Pembaptisan bagi anak-anak (Foto: Helen Yovita Tael/Komsos KAMe)

“Sakramen adalah tanda rahmat dan kehadiran Tuhan dalam hidup manusia. Yesus Kristus adalah Sakramen Dasar, karena seluruh hidup Yesus Kristus menghadirkan Allah kepada manusia. Di mana rahmat dan kasih Allah menjadi nyata dalam diri Yesus. Rahmat dalam sakramen hanya akan menjadi efektif jika penerima sakramen memiliki iman dan keadaan batin yang siap dalam pelaksanaannya,” ujar Pastor Yohanis

“Sakramen Baptis merupakan pintu gerbang bagi sakramen lainnya di mana Baptis memberi tanda bahwa kita menjadi milik Kristus selamanya karena memperoleh meterai kekal yaitu tanda yang selamanya tak terhapus,” tambahnya.

Kepada para peserta Komuni Pertama, Pastor Yohanis mengatakan, menerima Roti dan Anggur  untuk pertama kalinya setelah mereka dibaptis secara Katolik adalah sebuah tradisi dalam Gereja Katolik.

Kepada pasangan yang saling menerimakan Sakramen Perkawinan,   Pastor Yohanis mengatakan bahwa Sakramen Perkawinan merupakan rahmat pengudusan dan rahmat pembantu di mana Allah hadir dalam keluarga, menjadi sumber kasih, rezeki dan cinta, keselamatan dan kebaikan.  “Maka dasar perkawinan adalah  cinta di mana ada saling membahagiakan pasangan dengan mengorbankan diri demi kebahagiaan pasangan,” ujarnya.

Pasangan yang saling menerimakan Sakramen Perkawinan (Foto: Helen Yovita Tael/Komsos KAMe)

Di bagian lain khotbahnya, Pastor Yohanis juga mengajak seluruh umat yang hadir pada perayaan ini untuk  merenungkan peristiwa kelahiran St. Perawan Maria. Menurutnya, penghormatan kepada St. Perawan Maria  karena ia dipilih Allah  untuk  mengandung dan melahirkan Tuhan Yesus. “Ketulusan hati Santa Perawan Maria  menerima karya keselamatan Allah. Maka dengan adanya penerimaan sakramen oleh semua peserta yang hadir juga menyatakan telah menerima karya keselamatan Allah juga,” tambahnya.

Pearakan dengan mengedepankan tradisi setempat di Gereja Kristus Raja Kimaan. (Foto: Helen Yovita Tael/Komsos KAMe)

Helen Yovita Tael (Kontributor, Merauke)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here