Ignatius Kardinal Suharyo Tahbiskan Gereja Bolan

142
Kardinal Suharyo berkhotbah saat peresmian Gereja Bolan.
5/5 - (2 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – Uskup Agung Jakarta/Ketua KWI, Ignatius Kardinal Suharyo berkenan hadir dan menahbiskan Gereja Santo Andreas, Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan, Jumat, 3/12/2021).

Sebelum  Misa dimulai, acara  diawali dengan upacara penyambutan Kardinal Suharyo di depan gereja bersama dengan rombongan para donatur dari Jakarta. Ada tutur adat yang dibawakan oleh para pemangku adat dan upacara pengalungan.

Dalam khotbahnya, Kardinal Suharyo mengulas tentang arti nama Gereja dengan berpelindungkan Santo Andreas. Ada pertanyaan mendasar mengapa harus Andreas?

Gambaran biblis dari Kardinal bahwa Rasul Andreas ada keunggulan. Dia yang memberitahukan kepada Yesus bahwa ada seorang anak yang membawa lima roti dan dua ekor ikan saat mukjizat penggandaan roti. Juga keunggulan lain yang dijelaskannya secara sederhana dan mudah dipahami.

“Mengapa Gereja ini harus pakai nama Andreas? Bisa saja menurut saya ada kelebihan dan semangat spiritual yang akan menjadi pedoman hidup dalam perjalanan iman ke depan seturut teladan Santo Andreas,” katanya.

“Kiranya dengan gereja baru yang dibangun pascabadai Seroja ini semakin membentuk iman umat untuk meningkatkan semangat pelayanan dan kerja sama,” ucapnya dalam khotbah

Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku sangat berterima kasih kepada para donatur yang telah memberikan perhatian dan cinta yang besar kepada Umat Allah di Paroki Bolan. Ia mangatakan bahwa, Andreas Sofiandi dan tim donatur telah menyumbangkan cinta dan perhatian yang besar.

“Bapak Andreas dan teman-teman, terima kasih karena sudah membantu kami terlebih umat di Paroki Bolan. Membangun Gereja ini. Satu persembahan terindah buat umat di balik Badai Seroja,” imbuhnya.

Harapan Uskup Dominikus agar tidak saja bangga dengan gereja ini namun upaya pemeliharaan alam harus dijaga baik agar bisa bersahabat dengan alam. “Kita juga harus bertekun dalam doa yang menjadi sumber kekuatan kita terlebih berdoa di gereja ini serta membangun etos agar lebih produktif,” ujarnya.

Pembangunan  Gereja ini tidak menghabiskan waktu yang panjang tapi hanya enam bulan. Andreas Sofian mengatakan pengerjaan gereja ini singkat karena berkat dukungan juga dari rekan-rekannya.

Hadir dalam Misa penahbisan gereja ini, Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang; mantan Uskup Ruteng, Mgr. Hubert Leteng; para imam; biarawan-biarawati; Pemerintah Kabupaten Malaka, Kabupaten Belu, dan sejumlah besar umat.

Pastor Ino Nahak (Atambua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here