Sepuluh Tahun “YOUCAT”: Cara Orang Muda Berkatekese

49
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – BULAN Agustus 2021 lalu menjadi bulan yang penting bagi perkembangan katekese orang muda di seluruh dunia. Tepat satu dekade, sebuah buku legendaris berwarna kuning diberikan Paus Emeritus, Benediktus XVI kepada ratusan ribu orang muda dari berbagai negara yang mengikuti World Youth Day 2011 di Madrid, Spanyol (WYD 2011). Paus berpesan, “Kamu perlu mengetahui apa yang kamu imani…”

Buku itu kemudian dikenal dengan nama “YOUCAT”. Adaptasi Kompendium Katekismus Gereja Katolik (KKGK), yang ditulis dalam struktur dan isi yang sama, YOUCAT ditulis dalam bahasa dan nuansa orang muda yang lebih sederhana dan ringkas sehingga dapat menjawab ragam pertanyaan dan kegelisahan orang muda terkait iman mereka. Buku ini tak hanya menarik dalam proses rintisan, pengembangan, dan kelahirannya. Ia melahirkan gerakan, metode, dan banyak hal.

Tak seperti buku lain yang biasanya dipersiapkan dengan matang oleh sang penulis, lahirnya YOUCAT justru hadir oleh sebuah peristiwa yang “tidak sengaja”. Alkisah, pada 2015 ketika Gereja meluncurkan KKGK di Austria, Uskup Agung Wina, Christoph Kardinal Schönborn mengadakan konferensi pers untuk meluncurkan buku penting tersebut. Tak dinyana dalam momen itu, seorang ibu menyampaikan unek-uneknya kepada Sang Kardinal.

Unek-unek sang ibu lantas berubah menjadi inspirasi bagi dua orang awam dan dua orang imam yang kemudian berpikir untuk mengembangkan katekismus untuk orang muda. Inspirasi itu semakin menjadi nyata ketika Kardinal memberikan izin pengembangannya dengan berpesan, “Jika kamu ingin melakukan sesuatu untuk orang muda, lakukanlah bersama orang muda.”

Sedianya YOUCAT hanya akan diperuntukkan bagi orang muda di Austria dan Jerman saja. Namun berkat desakan Paus Benediktus XVI, buku ini menjadi hadiah bagi orang muda di seluruh dunia. Ledakan sambutan positif terhadap YOUCAT mengalir pasca WYD 2011. Antusiasme yang luar biasa mendorong dibentuknya YOUCAT Foundation yang kemudian mengelola pengembangan YOUCAT dan mendorong lahirnya beberapa YOUCAT Center di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Tak hanya buku dan center saja yang berkembang. Sapaan Paus Benediktus XVI dalam YOUCAT pun menginspirasi hadirnya “Study Group YOUCAT” dan “Metode Know, Share, Meet, Express” yang mengundang orang muda mempelajari dan memahami imannya dalam kelompok-kelompok kecil. Di Indonesia, program ini dirintis secara daring tahun lalu. Ternyata menarik puluhan OMK dari sekitar 20 keuskupan. Tahun 2021 ini ketika program serupa dibuka lagi dalam waktu kurang 16 jam saja kuota pendaftaran harus ditutup.

YOUCAT seolah menggenapi apa yang diharapkan Paus Fransiskus kepada orang muda pada 2013 lalu di Rio de Janeiro, “Bagaimana evangelisasi yang terbaik bagi orang muda? Orang muda lainnya!” YOUCAT berjalan bersama dan menjadi sahabat orang muda untuk mencintai dan memahami keindahan dan kekayaan iman mereka. Semoga, bersama YOUCAT, orang muda dan seluruh umat dapat terdorong untuk mendengarkan bisikan Allah yang dahulu didengarkan St. Agustinus, Pelindung YOUCAT Indonesia, yakni, “Tolle! Lege!” (Ambil! Bacalah!).

HIDUP, Edisi No. 50, Tahun ke-75, Minggu, 12 Desember 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here