Kembali Beroperasi, Rumah Duka Carolus Tanamkan Unsur Bela Rasa

415
Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo memberkati mobil jenazah milik Rumah Duka Carolus (HIDUP/ Karina Chrisyantia)
3.5/5 - (2 votes)

HIDUPKATOLIK.COMRumah Duka Carolus melakukan renovasi dan pembangunan kembali Gedung Pelayanan Rumah Duka Carolus selama kurang lebih dua tahun. Perjalanan pembangunan demi pelayanan terbaik ini pun rampung. Misa pemberkatan Gedung Rumah Duka Carolus diselenggarakan bersama Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo,  Jumat, 21 Januari 2022.

“Ya selama perjalanan dua tahun dalam pembangunan,  pasti kesannya menggembirakan bisa selesai. Yang paling utama adalah kami  kembali untuk melakukan pelayanan kepada keluarga-keluarga yang berduka, yang membutuhkan pelayanan kedukaan, pelayanan kemanusiaan,” tutur Ketua Komite KSO Rumah Duka Carolus Romo Steve Winarto

Misa Pemberkatan Rumah Duka Carolus, Jumat, 21 Januari 2022 (HIDUP/ Irensius Erwin)

Gedung Rumah Duka Carolus dibangun sejak 1975. Kemudian di revitalisasi sekitar tahun 2019.

Salah satu unsur yang sangat menonjol, yang menjadi kekhasan di Rumah Duka Carolus, adalah unsur bela rasa. Bagi Romo Steve, bela rasa itu ketika kita mau sehati, seperasaan dengan mereka keluarga yang berduka.

“Kami memberikan pelayanan bela rasa, bagi keluarga yang kurang mampu. Bagi mereka yang kekurangan dalam hal ekonomi dan ketika mengalami situasi kedukaan, kami pasti bantu dengan adanya paket khusus.  Unsur bela rasa sungguh kami perhatikan, karena peristiwa kematian akan menimpa semua orang, siapapun. Kami melayani saudara-saudari dari berbagai macam kalangan,” tegasnya. 

Ketua Komite KSO Rumah Duka Carolus Romo Steve Winarto (HIDUP/ Felicia Permata Hanggu)

Berdasarkan penjelasan Romo Steve, rumah duka ini memiliki 10 lantai dan 23 ruang semayam. Selain itu, ada layanan kremasi dan kolumbarium (rumah abu).  Rumah Duka Carolus juga melayani apabila keluarga yang berduka membutuhkan pelayanan pemakaman. 

“Pelayanan kedukaan ini merupakan komitmen kami. Kami melayani dengan hati untuk mengantar jiwa-jiwa menuju keabadian,” pungkas Romo Steve. 

Karina Chrisyantia  / Felicia Permata Hanggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here