Sampah yang Dipilah dan Dikelola dengan Baik Bernilai Ekonomis

70
Ketua Komisi PSE KAJ, Romo Adrianus Suyadi, SJ (kanan) di LDD, Jakarta.
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Setiap hari lebih dari 10.000 ton sampah dihasilkan dari wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Cara pengelolaan sampah selama ini hampir tidak ada perubahan.

Sampah dikumpulkan dari berbagai sumber dan diangkut ke TPA. Dengan jumlah sampah yang terus bertambah maka kondisi semua TPA yang ada saat ini sudah penuh.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik telah menyebabkan pencemaran tanah, air tanah, sungai, laut, dan udara.

Penanganan sampah sejak dari sumbernya merupakan salah satu solusi menyelesaikan permasalahan sampah. Sampah harus dipilah dan dikelola sesuai dengan jenisnya.

Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, eco enzyme, dan pakan Maggot BSF. Sampah anorganik dipilah, dikelompokkan, dan dikirim ke pabrik daur ulang.

Dalam hal ini, Rapel.id telah bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka mendukung gerakan pemilahan dan sedekah sampah, termasuk yang diinisiasi oleh sejumlah paroki dan organisasi.

Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Romo Adrianus Suyadi, SJ menyambut baik dan berharap dapat menjalin kerja sama.

Sekitar 500.000 umat dari 68 paroki di KAJ kiranya dapat berkontribusi secara signifikan dalam upaya mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA.

Selain sebagai upaya pelestarian lingkungan, sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik juga bernilai ekonomis.

Dana yang diperoleh dapat digunakan untuk menunjang berbagai program sosial gereja.

Karena setiap orang pasti menghasilkan sampah, maka dengan gerakan sedekah sampah ini partisipasi umat dalam mendukung program sosial gereja akan lebih luas, tidak terbatas pada kemampuan finansial yang dimiliki.

Laporan Christopher Nugroho/Rapel.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here