HIDUPKATOLIK.COM – SEBANYAK 160 orang yang terdiri dari (Kaum Lemah, Miskin Tertindas dan Disabilitas) yang berasal dari paroki Maria Diangkat ke Surga) mengikuti Makan Siang Natal bertempat di lantai 4 Graha Pemuda, Katedral Jakarta , Sabtu (27 Desember 2025). Acara ini merupakan pertama kali dilaksanakan dalam rangka mengisi Tahun Ardas 2025 tingkat paroki yang dihadiri Kardinal Ignasius Suharyo selaku Uskup KAJ.
Turut Hadir dalam acara tersebut Kardinal Ignatius Suharyo, Kepala Paroki Albertus Hani Hartoko, SJ; Pastor Maharsono SJ, Pastor Yohanes Deodatus, SJ dan sejumlah undangan dari luar Paroki Katedral Jakarta.
Acara dimulai pukul 10.15 WIB namun pada pukul 09.00 sejumlah lansia sudah berdatangan didampingi oleh masing-masing seorang pendamping. Lansia memang perlu didampingi karena harus menggunakan tangga listrik (lift) menuju ke ruang acara bersama. Sejumlah orang muda Katolik (OMK) paroki yang tergabung dalam relawan mendampingi mulai dari menaiki lif, merancang acara, termasuk mengatur kelancaran setiap acara.

Pastor Albert Hani Rudi Hartoko, SJ atau Romo Hani menjelaskan kegiatan ini sebagai aktualisasi program ARDAS KAJ yang memberikan perhatian terhadap KLMTD di paroki yang dipimpinnya. Selain mayoritas lansia paroki Katedral ada juga yang diundang dari paroki lain walaupun jumlah sangat terbatas karena waktu dan tempat.
”Mereka yang hadir hari ini adalah kelompok 4s (usia sekolah, senior, sendiri dan sakit) juga 1 D ( disabilitas). Mereka yang termasuk dalam kelompok ini dalam paroki perlu mendapat perhatian,” kata Romo Hani dalam sambutannya.
Selaku Kepala Paroki ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja dengan sangat keras, menyuskeskan acara ini sehingga terlaksana dengan baik termasuk para donatur untuk kegiatan hari itu.
Ketika memberikan kata sambutan kardinal Suharyo tidak menyampaikan amanat tetapi mengajak umat menyanyikan lagu bukan rohani atau bukan rohani tetapi lagu yang berjudul “Rayuan Pulau Kelapa”. Lagu ini dinyanyikan dengan semangat penuh penghayatan bahkan dengan gerakan tangan di atas kepala ketika syair ;melambai-lambai:
Ada suatu hal yang unik dari’ acara yang baru pertama dilaksanakan ini, ketika tamu yang datang didominasi lansia, miskin dan disablitas Kardinal Suharyo dan Romo Hani berdiri di depan pintu masuk lalu menyapa mereka dengan kelembutan. Setelah menyapa para tamu Kardinal dan Romo Hani mempersilahkan duduk di kursi sesuai dengan nama yang sudah ditempatkan oleh panitia.
Pelayanan Kardinal dan Romo Hani tidak sampai di sini, saat makan keduanya menyiapkan nasi , membaikan lauk kepada peserta yang duduk semeja dengan Kardinal dan Romo Hani. Pemandangan ini cukup unik dan membuat fotografi mengambil momen yang sangat penting ini.

Ketua Pantia, Monika Noni Wijaya menjelaskan kegiatan ini, kalau tidak salah selama tiga tahun terakhir ini merupakan pertama kali dilaksanakan untuk kaum KLMTD di poaroki Katedral. Jumlah yang hadir itu 160 an orang dan 40 lainnya adalah relawan dan pendamping.
Selain acara hiburan menari (dance) juga ada Citra Skolastika yang adalah seorang penyanyi Katolik, anggota OMK yang mempersembahkan lagu untuk menghibur para peserta makan siang Natal.

Konradus R. Mangu (Kontributor, Tangerang)





