HIDUPKATOLIK.COM – Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Indonesia melaksanakan Aksi Kemanusiaan Pasca Bencana di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah pada 20 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kehadiran kaum sarjana Katolik bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya umat Katolik yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pasca musibah.

Melalui program ISKA PEDULI – ISKA CARE, ISKA menyalurkan berbagai bantuan berupa mesin pembersih lumpur, gerobak dorong, peralatan kebersihan, perlengkapan mandi, serta paket sembako. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu proses pembersihan lingkungan, pemulihan rumah tinggal, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Pesan Ketua Umum Pengurus Pusat ISKA Indonesia, Luky A. Yusgiantoro, yang disampaikan melalui Ceperianus Gea bersama Pengurus DPD ISKA Sumatera Utara dan DPC ISKA Kota Sibolga, menegaskan bahwa kehadiran ISKA melalui ISKA PEDULI – ISKA CARE bukan semata membawa bantuan material, tetapi juga menghadirkan harapan.
“ISKA CARE hadir di Sibolga – Tapanuli Tengah bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa harapan. Kami ingin menegaskan bahwa saudara-saudara kita yang terdampak bencana tidak sendiri. Di tengah duka, kita memilih untuk saling menguatkan dan bangkit bersama,” demikian pesan Luky A. Yusgiantoro,.

Ia juga menegaskan bahwa bencana tidak boleh memadamkan semangat kemanusiaan.
“Bencana boleh merobohkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat kemanusiaan. ISKA CARE hadir sebagai wujud kepedulian nyata—bahwa solidaritas dan gotong royong adalah fondasi utama dalam pemulihan pasca bencana.”
Lebih lanjut, ISKA mengajak seluruh elemen untuk terlibat dalam proses pemulihan.

“Pemulihan tidak bisa dikerjakan sendiri. Karena itu, ISKA PEDULI mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan semua pihak untuk terus bergandeng tangan. Dari kepedulian lahir harapan, dari kebersamaan tumbuh kekuatan untuk bangkit.”
Penyerahan bantuan dilakukan oleh perwakilan DPD ISKA Sumatera Utara dan DPC ISKA Kota Sibolga. Perhatian khusus diberikan kepada umat Katolik Stasi Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Bantuan berupa gerobak, cangkul, dan sekop sangat membantu warga membersihkan pasir dan lumpur yang menimbun rumah mereka.

Selain Stasi Hutanabolon, aksi solidaritas ISKA juga menjangkau Seminari St. Petrus Aek Tolang, Yayasan Budi Bakti Keuskupan Sibolga, umat Paroki St. Fransiskus Assisi Pangaribuan, serta 10 keluarga Katolik di Kota Sibolga yang mengalami kerusakan rumah berat.
Hadamean Tumanggor (Kontributor, Sibolga, Sumut)





