HIDUPKATOLIK.COM – Melanjutkan kegiatan novena Laudato Si’ di Kevikepan Yogyakarta Barat, novena periode ketujuh dilaksanakan pada hari Minggu (10/8/25) di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran. Tema yang diangkat dalam novena kali ini adalah Edukasi Ekologis yang menghadirkan narasumber Pastor Martinus Joko Lelono (Dosen di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta).

Dalam paparannya Pastor Joko menyampaikan bahwa kerakusan dan konsumerisme sudah mencapai titik rawan yang harus disikapi dengan tegas. Pola hidup manusia modern yang menanggapi aneka tawaran promosi produk industri yang membanjir sudah berlebihan. Ini tampak dalam makanan, pakaian, dan barang-barang lain. Manusia mempunyai kecenderungan mempunyai seisi dunia, memenuhi seisi rumahnya, lalu membeli sebanyak mungkin tawaran itu. Efek kerakusan yang tampak adalah korupsi. Karena itu, direkomendasikan pola hidup yang sederhana serta mengurangi kepemilikan.
Hal itu kembali ditegaskan dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat (KYB), Pastor A.R. Yudono Suwondo, didampingi oleh Pastor Raymundus Sugihartanto, Pastor Yakobus Sudarmadi (keduanya pastor paroki), Ketua Komisi Liturgi KYB (Pastor Antonius Hendri Atmoko), Ketua Komisi KPKC KYB (Pastor Thomas Ariwibowo), dan Pastor Martinus Joko Lelono.

Dengan beajar dari Bunda Maria, “Hati yang telah disentuh kasih Allah tidak bisa berdiam diri, dia akan menghangatkan dan menggembirakan orang lain,” kata Pastor Joko.yang mengaitkan pola hidup sederhana dengan meedan Bunda Maria. Dalam kesempatan tersebut dilakukan perkenalan pastor Ketua KPKC baru (Pastor Th. Ariwibowo) menggantikan Pastor Adolfus Suratmo.

Setelah perayaan Ekaristi berakhir, dilanjutkan dengan penanaman pohon yang secara simbolis dilakukan di halaman candi HKTY berupa tujuh pohon cemara. Kegiatan novena Laudato Si’ masih akan berlangsung dua kali lagi setiap minggu kedu per bulan. Novena ke-8 di Gua Maria Lawangsih Kulon Progo (September) dan novena ke-9 di Gua Maria Sendangsono Kulon Progo (Oktober) sekaligus perayaan puncak lustrum Kevikepan Yogyakarta Barat.
Veronika Murwaningsih (Kontributor, Yogyakarta






