Paus Kanonisasi Tujuh Santo-Santa Baru

264
Suasana Misa Kanonisasi tujuh orang kudus di Vatikan, Minggu, 16/10. [www.katholieknieuwsblad.nl]

HIDUPKATOLIK.com – SEKITAR 80 ribu umat beriman menyemut di Lapangan Santo Petrus Vatikan, Minggu, 16/10. Mereka hadir dari berbagai penjuru dunia untuk mengikuti peristiwa iman, Misa Kanonisasi tujuh orang kudus yang dipimpin oleh Paus Fransiskus.

Adapun tujuh Santo-Santa baru itu adalah:

  1. Pater Jose Gabriel del Rosario Brochero(16 Maret 1840–26 Januari 1914), seorang imam berdarah Argentina yang melayani rakyat miskin dan tersingkir di Argentina. Pater Brochero mendapat julukan “Pastor Koboi” karena senantiasa berkeliling mengunjungi umatnya dengan menunggang kuda. Ia tercatat sebagai imam Keuskupan (Agung) Córdoba, Argentina. Ia wafat karena tertular penyakit kusta dari orang-orang yang ia rawat dengan setia.
  2. José Sanchez del Rio (28 Maret 1913–10 Februari 1928), seorang martir remaja asal Meksiko, korban Perang Christero (1926-1929). Ia dibunuh oleh pemerintah Meksiko kala itu yang anti-Katolik dan anti-klerikal karena menolak menyangkal imannya.
  3. Suster Elizabeth dari Trinitas OCD (18 Juli 1880–9 November 1906), seorang suster muda anggota Ordo Karmelit Tak Berkasut (Ordo Carmelitarum Discalceatorum) yang berasal dari Perancis. Ia bernama asli Élisabeth Catez, putri sulung dari keluarga tentara. Ia dikenal sebagai seorang mistikus dan penulis spiritual Karmelit yang muncul dari generasi muda.
  4. Bruder Salomone Leclercq FSC (15 November 1745–2 September 1792), seorang biarawan De La Salle (Fratres Scholarum Christianarum) yang wafat sebagai martir pada masa Revolusi Perancis (1789-1799). Ia bernama asli Guillaume-Nicolas-Louis Leclercq, mengalami penganiayaan dan dipenjara di Biara Karmelit Paris hingga dibunuh di kebun biara tersebut.
  5. Pastor Lodovico Tomaz Maria Pavoni (11 September 1784–1 April 1849), seorang imam Keuskupan Brescia Italia, yang berasal dari keluarga bangsawan Brescia. Ia mendirikan kongregasi baru, Congregatio Filiorum Mariæ Immaculatæ atau Pavoniani (FMI). Ia dikenal sebagai seorang pejuang pendidikan bagi anak-anak miskin dengan mendirikan panti asuhan dan sekolah. Ia wafat akibat digerogoti pneunomia.
  6. Pastor Alfonso Maria Fusco (23 Maret 1839–6 Februari 1910), seorang imam berdarah Italia dari Keuskupan Agung Salerno (kini Keuskupan Agung Salerno-Campagna-Acerno). Ia mendirikan tarekat Suster-suster dari Santo Yohane Pembaptis (Para Suster Baptistine) tahun 1876. Kongregasi ini didirikan untuk melaksanakan karya evangelisasi di kalangan orang muda, terutama yang miskin dan tersingkir.
  7. Mgr Manuel González y García (25 Februari 1877–4 Januari 1940), seorang Uskup berdarah Spanyol. Ia dijuluki “Uskup Tabernakel” karena kecintaan dan devosinya yang sangat kuat kepada Sakramen Mahakudus. Ia menjadi Uskup Auksilier Málaga, Spanyol, dengan gelar Uskup Tituler Olympus (1916-1919), lalu menjadi Uskup Málaga (1919-1935), dan diangkat menjadi Uskup Palencia, Spanyol (1935-1940). Ia mendirikan Eucharistic Missionaries of Nazareth, Disciples of Saint John, dan Children of Reparation, yang bertujuan untuk menghormati Sakramen Mahakudus.

R.B.E. Agung Nugroho

1 COMMENT

  1. Enam orang Santo dan satu Santa ini menjadi pendoa bagi kita di zaman ini. Para kudus di Surga, doakanlah kami. Terimakasih untuk pengirim berita ini. Sangat menyentuh. Salam dariku, Anton Bele, Katekis Keuskupan Agung Kupang, di Timor, NTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here