Romo Ignatius Ismartono SJ : Menggerakkan Bantu Sesama

427
Romo Ignatius Ismartono SJ
[Dok. Pribadi]

HIDUPKATOLIK.com - SELAMA 12 tahun, 1981-1994, Romo Ignatius Ismartono SJ menjadi pastor pendamping mahasiswa di Jakarta. Pekan lalu, para mantan muridnya berkumpul dan membuat acara khusus bagi sang guru, yang merayakan 50 tahun sebagai anggota Serikat Yesus dan 40 tahun tahbisan imamat. “Mereka yang merencanakan dan mempersiapkan semua,” ungkap Romo yang menerima tahbisan imam pada 8 Desember 1976 ini.

Berkarya di tengah orang muda, bagi imam kelahiran Yogyakarta, 26 Februari 1945 ini, seperti yang ia kutip dari surat Pater Jenderal Jesuit Arturo Sosa SJ, untuk memberi semangat kepada para mahasiswa agar mereka menjadi tanda yang hidup. Sehingga terjadi rekonsiliasi antara mereka dengan ciptaan lain, antara sesama, dan dengan Sang Pencipta.

Mantan Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia ini, masih giat membangun dan mengembangkan karya Jesuit, “Sahabat Insan” hingga kini. Karya ini menggerakkan orang-orang dengan berbagai sumber daya yang dimiliki untuk membantu sesama mereka yang terkena bencana dan konflik.

Di sela-sela tugas itu, pembimbing rohani para skolastik di Kolese Hermanum ini juga beberapa kali ambil bagian dalam kegiatan charity run bersama para koleganya yang tergabung dalam Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia (AAJI). “Terakhir 20 November lalu. Kami lari mengumpulkan dana untuk merenovasi bangunan SD Kanisius Murukan, Klaten, Jawa Tengah, yang ambruk,” bebernya. “Saya bersyukur kepada Tuhan masih bisa melayani Gereja dan Serikat Yesus,” pungkas Romo Is.

Yanuari Marwanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here