Merangkul yang Tersingkir

370
Suasana Unlimited Worship Conference (UWC) di The Kasablanka Hall, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 24/11. Koordinator FKP3 BPK PKK KAJ, George Ancelo Ganda turut memimpin pujian dan penyembahan dalam UWC ketiga. [HIDUP/Antonius Bilandoro]

HIDUPKATOLIK.com Tak hanya memperkuat komunitas persekutuan doa, kegiatan ini juga membangun kesadaran positif para peserta.

VIKEP Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Pastor Alexius Andang Listya Binawan SJ, dalam khotbahnya mengajak peserta Unlimited Worship Conference (UWC) untuk menerima kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender dalam hidup berkomunitas maupun bermasyarakat.

Menurut Romo Andang, sapaannya, kaum tersebut kerap tersisihkan dalam lingkungan sosial. Sikap penerimaan, lanjutnya, merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap sesama sebagai ciptaan Tuhan. “Bersama Gereja seluruh dunia, kita disatukan sebagai anak-anak-Nya,” ungkap Romo Andang, dalam acara yang berlangsung di The Kasablanka Hall, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 24/11.

Ketua Forum Komunikasi Waria Indonesia, Yulianus Rettoblaut, terharu mendengar ajakan Romo Andang agar umat menerima keberadaan rekan-rekannya yang transpuan.

“Selama 30 tahun aku menjadi waria, baru pertama kali aku mendengar (saat Misa) ada pastor yang berani menyampaikan kondisi kami, serta mengajak umat untuk peduli (kepada transpuan). Kami selalu dianggap sampah. Teman-temanku banyak yang tertindas, tertekan, hak-hak dasar warga negara pun dirampas,” ungkap umat Paroki St Stefanus Cilandak yang kerap dipanggil Mami Yuli ini.

Dia berharap, Gereja-gereja berkenan melayani dan membina umat transpuan. Mami Yuli mengakui, tak mudah untuk mengajak para transpuan untuk kembali kepada jati diri mereka. “Kalau sudah mendarah daging menjadi perempuan, tidak bisa segampang itu (kembali). Dan di sini kami perlu dirangkul,” ujarnya, berharap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here