Kardinal Ajak Umat Membangun Budaya Peduli terhadap Sesama dan Alam

47
Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo

HIDUPKATOLIK.COM – AJAKAN itu disampaikan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo dalam khotbahnya pada Misa Krisma di Gereja St. Perawan Maria Diangkat Ke Surga,  Katedral Jakarta, Kamis, 1 April 2021.  “Kita mengikuti Yesus yang diutus untuk mewartakan hari ini, bahwa Tahun Rahmat Tuhan telah datang. Itu berarti mengutus kita untuk bersama-sama dengan Gereja sedunia membangun budaya peduli,” ujar Kardinal.

Di hadapan para imam yang hadir, Kardinal mengatakan, “Inilah yang di dalam lingkup yang lebih kecil di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), budaya peduli kita ungkapkan dan ingin kita wujudkan di dalam dinamika yang terangkum di dalam tiga kata: semakin mengasihi, semakin terlibat, semakin menjadi berkat.”

Kata Kunci: Peduli

“Di dalam pesan Hari Perdamaian Sedunia 1 Januari 2021, Paus Fransiskus menempatkan Tahun Rahmat Tuhan dalam rangkaian sejarah keselamatan, karya Allah Sang Pencipta. Dijelaskan dalam pesan itu, bahwa Allah Sang Pencipta adalah Allah yang peduli. Ini kata kuncinya, peduli. Kepedulian Allah itu sejak awal mula sudah dikisahkan di dalam Kitab Kejadian. Sesudah Kain membunuh adiknya Abel, Tuhan Allah bertanya kepada Kain, Di mana Abel adikmu. Kain menjawab, aku tidak tahu, apakah aku penjaga adikku. Dengan kata lain, Kain mau mengatakan, apakah aku harus peduli terhadap dengan adikku. Kain adalah model ketidakpedulian. Selanjutnya Kain merasa ketakutan, karena siapa yang membunuh pasti akan dibunuh. Ia berkata kepada Tuhan, barangsiapa yang akan bertemu dengan aku tentulah akan membunuh aku. Kepada Kain yang tidak pedulian ini, Tuhan peduli, sekali-kali tidak! Kamu tidak akan dibunuh. Tuhan Sang Pencipta adalah Tuhan yang peduli kepada manusia meskipun manusia tidak peduli. Kepedulian Tuhan tidak hanya tertuju kepada manusia tetapi juga kepada alam semesta. Tuhan yang peduli kepada alam semesta yang diciptakan semuanya baik adanya,”papar Kardinal lebih jauh.

Kardinal lebih jauh mengatakan, ketika di dalam perjalanan waktu, kehidupan yang harmonis atarsesama dan antarmanusia dengan alam mulai luntur, dimaklumkanlah yang disebut Tahun Yobel, Tahun Rahmat, yang selanjutnya dirayakan setiap 50 tahun sekali. “Kita melihat di dalam Tahun Rahmat itu, kepedulian terhadap sesama diwujudkan di dalam pembebasan para budak di dalam pembebasan hutang. Sementara kepedulian terhadap alam diwujudkan di dalam yang disebut Tahun Penghentian Penuh bagi Tanah. Semuanya diatur dengan sangat rinci di dalam Kitab Imamat Bab 25,” kata Kardinal.

Dalam rangkaian itulah, menurut Kardinal, Yesus yang diurapi oleh Roh Kudus memaklumkan, bahwa Tahun Rahmat Tuhan telah tiba. “Dengan kata lain, memaklumkan bahwa Tahun Rahmat Tuhan telah tiba, berarti, atau sekurang-kurangnya dapat berarti, memaklumkan budaya peduli, peduli kepada sesama, peduli kepada alam ciptaan,” tuturnya.

Kardinal mengungkapkan bahwa pada zaman Gereja sekarang ini, kesadaran akan kewajiban untuk terus peduli dirumuskan di dalam Ajaran Sosial Gereja. “Inti pokoknya adalah hormat terhadap martabat manusia. Judul besar mesti diterjemahkan di dalam berbagai macam hal yang lebih jelas. Kebaikan bersama, solidaritas, perhatian lebih kepada saudari-saudara kita yang yang kurang beruntung dan pelestarian alam ciptaan,” ujarnya.

Makna Pembaharuan Janji Imamat

Dalam kesempatan ini, para imam juga memperharui janji imamatnya. Memaknai pebaharuan janji ini, Kardinal mengatakan, bahwa dengan pembaharuan janji imamat ini, para imam dengan bantuan rahmat Allah akan terus berusaha untuk hidup semakin dekat dengan Kristus, semakin serupa dengan-Nya. “Kami para imam berharap semoga kami para imam dapat hadir dan melayani sebagai gembala yang baik dan murah hati, semakin setia kepada Allah dan semakin berbelas kasih kepada sesama. Sebagai imam, dengan bantuan rahmat imamat, kita ingin terus berusaha semakin setia kepada Kristus,” kata Kardinal dalam Misa yang ditayangkan secara daring oleh HIDUPTV tersebut.

FHS

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here