Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM, Uskup Emeritus Bogor: Syukuran Panen Rohani

134
Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM (kanan)

HIDUPKATOLIK.COM – Minggu, 23 Mei 2021 Hari Raya Pentakosta Kis.2:1-11; Mzm. 104:1ab, 24ac, 29bc, 30, 31, 34; Gal 5:16-25; Yoh 15:26-27; 16:12-15

LIMA puluh hari sesudah Paskah orang Yahudi merayakan Pentakosta syukuran atas panenan dan hari peringatan diundangkannya Hukum Taurat. Bagi orang Kristen, Pentakosta — 50 hari setelah Paskah, dirayakan turunnya Roh Kudus sebagai syukuran atas panen rohani yang melimpah berkat Roh Kudus. Pentakosta merupakan puncak dan penutupan perayaan Paskah serta lingkaran Masa Paskah. Lilin Paskah pun di padamkan dan ditempatkan di sekitar bejana baptis. Pentakosta menandakan dimulainya era Gereja yang meyakini dirinya dipimpin oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi- saksi kebangkitan Kristus dan mewartakannya ke seluruh dunia demi keselamatan umat manusia.

Bacaan-bacaan liturgi hari ini terdiri atas: Kisah turunnya Roh Kudus (Kis. 2:1-14), Surat St. Paulus kepada umat Galatia (Gal. 5:16-23) dan Injil Yohanes (Yoh. 15:26-27,16:12-15) menuntun kita untuk mengerti siapa Roh Kudus itu, apa tujuan perutusan-Nya, dan dampaknya bagi hidup praktis. Selain itu, bacaan-bacaan ini memupuk kesadaran kita bahwa Ia telah dicurahkan dan kita telah diutus bersama-Nya untuk meneruskan karya penyelamatan Kristus.

Kisah Para Rasul 2:1-11, mengungkapkan sebagai berikut: “Ketika tiba hari Pentakosta semua orang percaya berkumpul di suatu tempat. Tiba- tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah dimana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus lalu mereka mulai berkata- kata dalam bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya… ketika turun bunyi itu berkerumunlah orang banyak, mereka bingung karena mereka masing- masing mendengar Rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang atas kejadian itu.”

Itulah kisah Roh Kudus yang diutus Yesus Kristus dari Bapa kepada para rasul untuk menjadi saksi-saksi dan penerus pewartaan Injil. Dibawah bimbingan Roh Kudus, kita yakin saat para murid menyambut kehadiran Roh Kudus yang dilukiskan seperti  lidah-lidah berapi serta bertebaran atas mereka, merasuki mereka semua. Api menjadi simbol kehadiran Roh Ilahi yang menyalakan, menerangi, dan mengobarkan hati mereka sehingga menjadi berani menghadapi aneka tantangan.

Bacaaan Kedua, Galatia 5: 16-25, Rasul Paulus mengajak umatnya hidup oleh Roh maka dari itu mereka tidak menuruti keinginan daging. Dalam bacaan ini dengan jelas memperlihatkan bagimana prinsip hidup dan kegiatan “daging” dan “ Roh” berlawanan satu sama lain. Orang Kristen yang telah dibaptis dalam Kristus di pimpin oleh Roh dan sepantasnya hidup menurut Roh dan menjauhkan diri dari perbuatan “daging”. Keinginan “daging” telah nyata yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, permusuhan, perselisihan, percederaan, pemecah belah, kedengkian, kemabukan, pesta pora.” pelakunya tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Sebaliknya buah Roh adalah: cinta kasih, sukacita, damai sejathera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaaan diri dan lain sebagainya berkenan di hati Allah.

Bacaan Injil suci (Yoh. 15:26-27; 16:12-15) menyampaikan datangnya seorang Penolong yang lain. Yesus sendiri memberikan penegasan dan jaminan bahwa penghibur yang diutus dari Bapa yaitu Roh Kebenaran akan memberi kesaksian tentang Yesus, tetapi para rasul juga harus memberi kesaksian tentang Dia. Ia akan mendampingi para rasul dalam karya pewartaan mereka dan membimbing mereka masuk dalam hidup dan pribadi Yesus. Roh Kudus akan memimpin mereka kedalam seluruh kebenaran sehingga mereka tidak menyimpang dari Injil dan tidak mengajar salah.

Hari ini kita merayakan Pentakosta seperti ditahun-tahun sebelumnya. Saat iman kita dikuatkan oleh Roh Kudus, kita perlu membuka diri dan menyambut-Nya dengan berkobar- kobar. Semoga umat Allah semakin mendalami dan menghayati kehadiran Roh Kudus dalam hidup mereka serta bersama Roh Kudus  ikut menumbuh kembangkan benih- benih Injil.

“ Veni  Creator Spiritus, mentes tuorum visita!”

“Api menjadi simbol kehadiran Roh Ilahi yang menyalakan, menerangi, dan mengobarkan hati sehingga menjadi berani menghadapi aneka tantangan.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here