Mengapa Umat Katolik Berdoa dengan Perantaran Para Kudus

79
Ilustrasi (Dok. www.coolcatholics.org)
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM Pastor, saya sedang Novena St. Yosef karena ada intensi
khusus lalu teman saya, yang juga Katolik menyindir, kenapa doanya tidak langsung ke Tuhan Yesus saja. Mengapa mesti ada perantara kalau kita bisa langsung doa ke Tuhan? Bagaimana menjelaskannya? (Feodora, Jakarta)

Feodora yang baik, orang yang bertanya seperti ini biasanya sering melupakan maksud penyelamatan Tuhan, dan makna persekutuan para kudus sebagai buah keselamatan. Akibatnya keselamatan hanya disempitkan pada hubungan individu sendirian dengan Tuhan saja. Benarlah hanya Tuhanyang memberi rahmat, bukan santo-santo, Ibu Maria, Bapak Yosef dan lainnya.

Namun Tuhan juga menghendaki bahwa orang yang diselamatkan masuk dalam persekutuan dengan Allah Tritunggal dan semua pilihan-Nya. Keselamatan menjadikan kita sahabat dan anak-anak Tuhan. Singkatnya keselamatan bukan hanya saya sendirian dengan Tuhan saja, tetapi juga selamat bersama seluruh umat pilihan-Nya. Singkatnya keselamatan membuat kita masuk dalam communio Ilahi. Kita menyebutnya sebagai Gereja, Tubuh Mistik Kristus.

Allah menghendaki bahwa di dalam persekutuan itu kita saling membantu. Yang kuat melindungi yang lemah. Yang berpengetahuan mengajar yang kurang. Yang lebih maju menumbuhkan yang masih lemah, dan seterusnya. Persekutuan yang bantu-membantu adalah kehendak Allah sendiri dalam karya keselamatan-Nya. Dengan demikian tidak ada orang yang diselamatkan hanya untuk dirinya sendiri. Sebaliknya siapapun yang diselamatkan Tuhan, dipanggil menjadi mitra Tuhan dalam karya keselamatan yang sama. Keutamaan saling bantu membantu ini pasti tidak mengurangi kuasa Tuhan sebagai sumber rahmat satu-satunya. Tuhan tidak pernah disaingi kalau ada seorang yang membantu saudaranya. Malahan Tuhan memerintahkannya dan menegaskan bahwa semua tindakan kita bagi yang paling hina sekalipun, tertuju untuk Tuhan sendiri (Mat. 25).

Mengapa kita berdoa dengan perantaran para kudus? Karena, keutamaan bantu-membantu ini tidak terjadi hanya di dunia fana ini. Gereja bukanlah persekutuan duniawi saja, tetapi berlanjut secara mistik melampaui kematian. Persekutuan Tubuh mistik Kristus ini tak dibatasi oleh maut. Karena itu dalam tradisi iman kita, ada tiga golongan Gereja? Pertama, Gereja berziarah, yaitu kita semua yang sementara berjalan dan berjuang ini. Kedua, Gereja menderita, yaitu mereka yang di api penyucian dan sedang menantikan kemuliaan surga dan ketiga, Gereja jaya, yaitu mereka yang sudah di surga dan berhadapan muka dengan muka dengan Allah dalam kasih. Dalam golongan ketiga kita bertemu secara istimewa dengan para kudus, yaitu mereka yang berkat daya rahmat Allah telah sampai pada kebahagiaan ini.

Kasih Tuhanlah yang membuat, bahwa dalam persekutuan tubuh mistik Kristus ketiga golongan itu terus terhubung. Relasi dan komunikasi keluarga Allah ini adalah buah rahmat dan berguna bagi keselamatan kita juga. Seperti kita bisa mencintai dan mohon bantuan dari saudara yang masih hidup, demikian rahmat Tuhan memungkinkan kita meminta bantuan para kudus itu, bukan sebagai penghalang kuasa-Nya, tetapi justru sebagai buah karya keselamatan-Nya. Para orang kudus itu sendiri telah lebih dahulu memperoleh buah-buah rahmat, yaitu rahmat yang bekerja dalam kehidupan mereka. Tuhan mengizinkan bahwa rahmat itu juga disharingkan kepada kita, bukan sebagai miliknya sendiri, tetapi sebagai buah keselamatan yang dikerjakan bagi Gereja sepanjang masa. Dalam arti inilah mereka bisa meneguhkan doa umat beriman dan menjadi pendoa di hadapan Allah.

Berdoa dengan perantaraan para kudus berarti kita berdoa dengan ditemani para kudus sendiri yang kini hidup bersama dengan Tuhan. Mereka menjadi pendamping kita karena relasi mereka dengan Tuhan yang dalam. Sebagaimana Katekismus Gereja Katolik, para kudus mempunyai dua peranan bagi kita: menjadi teladan hidup orang beriman dan menjadi pendoa kita. Jadi berbahagialah kita karena mempunyai pelindung kehidupan dan sahabat, juga dalam doa-doa kita.

HIDUP NO.17, 25 April 2021

 

Pastor Gregorius Hertanto, MSC
(Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng, Sulawesi Utara)

 

Silakan kirim pertanyaan Anda ke: [email protected] atau WhatsApp 0812.9295.5952. Kami menjamin kerahasiaan identitas Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here