Caritas Indonesia Merespons Korban Erupsi Gunung Semeru

59
Salah satu rumah terdampak di Desa Supit Urang. (Foto: Karina)
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Direktur Eksekutif Carita Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Tim Solidaritas Kemanusiaan Keuskupan Malang (TSKKM) telah bergerak sejak hari pertama bencana akibat erupsi Gunung Simeru pada tanggal 4 Desember 2021.

Dalam keteraagn pers yang diterima Redaksi, Romo Fredy menjelaskan, beberapa langkah yang sudah dilakukan oleh Caritas Indonesia bersama dengan TSKKM.

Pertama, TSKKM telah diberi mandat oleh Uskup Keuskupan Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, OCarm melalui Surat Mandat, No. 173/Uskup-KM/XII/2021 untuk mengkoordinir dan melakukan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan berbagai keperluan terkait respon pada erupsi Gunung Semeru.

Kedua, pendirian 2 (dua) Pos Layanan di  Paroki Sta Maria Diangkat Ke Surga dan Paroki Sta Maria Ratu Surga yang sudah mulai menerima berbagai macam jenis bantuan/donasi dan mendisribusikan bantuan, di antaranya terpal, selimut, dan sembako.

Ketiga, pendirian sub pos layanan di Stasi St. Yusuf, Pronojiwo untuk mendukung pelayanan pos-pos di paroki dengan membuka dapur umum bagi para warga terdampak atas kebutuhan makanan siap saji 3 kali sehari

Keempat, bekerja sama dengan Elang Sound System dalam penyediaan kebutuhan di dapur umum agar kebutuhan akan makanan siap saji 3 kali sehari bisa terpenuhi. Selain dengan Elang Sound System, kolaborasi juga dilakukan dengan komunitas-komunitas setempat seperti Gusdurian Peduli

Kelima, pengerahan relawan untuk melakukan kajian sektoral, baik dari Caritas Indonesia maupun dari Caritas Keuskupan sebagai bagian dari Jaringan Nasional Caritas Indonesia, untuk melakukan kajian yang komprehensif terkait dampak bencana alam di kaki Gunung Semeru tersebut dan akan memberikan rekomendasi program kemanusiaan yang fokus dan terukur untuk pemulihan kehidupan komunitas yang terdampak.

Keenam, Caritas Indonesia telah mengirimkan dana awal sebesar Rp100.000.000,00 untuk mendukung pelaksanaan respons tanggap darurat melalui Keuskupan Malang.

Menurut Romo Fredy, sebagai anggota resmi konfederasi Caritas Internationalis, Caritas Indonesia juga mengikuti standard protokol kebencanaan yang berlaku di lingkungan Keluarga Caritas. Komunikasi berkala telah dan terus berlangsung, baik dengan Departemen Tanggap Darurat, Caritas Internationalis di Roma, maupun dengan anggota-anggota keluarga konfederasi Caritas yang ada di Indonesia (CIMOS), dan juga dengan lembaga kemanusiaan utama dimana Caritas Indonesia termasuk sebagai pendirinya, yaitu Humanitarian Forum Indonesia (HFI).

Romo Fredy mengatakan, bersama dengan lembaga-lembaga kemanusiaan lain di Indonesia, Caritas Indonesia dan jaringan Keuskupan-keuskupan turut membantu institusi-institusi pemerintah dalam tanggap darurat kebencanaan ini melalui TSKKM yang telah berada di lapangan sejak hari pertama terjadinya bencana di kaki Gunung Semeru tersebut.

Romo Fredy mengemukakan, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang pluralis, Caritas Indonesia mendukung kerja sama multipihak dan setara untuk kebaikan bersama dan terutama untuk pemulihan masyarakat terdampak bencana di kaki Gunung Semeru ini.

Sebagai representasi Gereja Katolik Indonesia dalam program-program kemanusiaan di Indonesia, Caritas Indonesia berpegang teguh pada Ajaran Sosial Gereja, kepedulian pada kaum kecil, lemah, miskin, terpinggirkan, dan menyandang disabilitas menjadi hal yang utama. (fhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here