Konferensi Studi Nasional PMKRI: Momentum Strategis

82
Kaban Kesbangpol Sulut Ferry Sangian mewakili Gubernur Sulut memukul tetengkoren, tanda dimulainya KSN PMKRI 2022. (Foto : HIDUP/Lexie Kalesaran)
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Dalam upaya memaksimalkan pembangunan, tentunya kita semua sepakat, sinergitas dan kerjasama atau kebersamaan adalah kunci utamanya, apalagi menghadapi tantangan global di era revolusi industri 4.0 dan smart society 5.0.

Demikian disampaikan Gubernur Sulawesi, Utara Olly Dondokambey dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kaban Kesbangpol Sulut Ferry Sangian pada acara seremoni pembukaan Konferensi Studi Nasional (KSN) PMKRI yang dilaksanakan di Graha Gubernuran, Bumi Beringin Manado, Selasa (22/3/2022).

Dikemukalan, era revolusi industri 4.0 sudah tidak asing lagi bagi kita, di mana era revolusi ini menintut koneksivitas di segala hal untuk dapat perubahan terhadap perekonomian dan kualitas kehidupan secara signifikan.

“Di awal Januari 2019, telah muncul gagasan baru atas respon revolusi industri 4.0 sebagai signifikannya perkembangan teknologi yakni smart society 5.0,” sebut Gubernur dalam pesannya.

Seremoni acara pembukaan di Graha Gubernuran, Bumi Beringin Manado. (Foto : HIDUP/Lexie Kalesaran)

Di era smart society 5.0, tambahnya, mengarahkan seluruh masyarakat dunia dan segenap elemen pembangunan untuk fokus pada pemgembangan kualitas manusia yang merupakan unsur utama pembuatan seimbang antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang menghubungkan melalui dunia maya dan dunia nyata.

“Sejatinya, revolusi industri 4.0 dan smart society tidak memiliki perbedaan jauh. Di mana pada revolusi industri 4.0 menggunakan kecerdasan buatan (artificial intellejent) sedang smart society 5.0 memfokuskan kepada komponen manusianya untuk menguasai teknologi informasi,” tegas Gubernur.

Dari pembahasan itu, menurutnya, sudah sangat jelas sekali bahwa untuk menuju smart society 5.0, fokus pembangunan dan pengembangan yang harus dilakukan adalah pada sumber saya manusianya.

“Atas nama Pemerintah Daerah Sulut, saya merespons positif pelaksanaan KSN terlebih karena topik yang diangkat sangat sinergitas dengan upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah, khususnya dalam menciptakan SDM unggul dan berdaya saing, yang nantinya mampu berkompetisi di era smart society 5.0,” ujar Sangian membacakan sambutan Gubernur.

Foto bersama usai seremoni acara pembukaan. (Foto.: HIDUP/Lexie Kalesaran)

Menjadi harapan Gubernur, konferensi ini akan dioptimalkan bersama sebagai wahana diskusi berbagi ide dan pengalaman dalam memperkuat kolaborasi dan kebersamaan kita sebagai komponen pembangunan bangsa.

Gubernur optimis, ke depannya kita semua akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan dunia pendidikan tinggi, dan juga bagi progres pembangunan bangsa dalam rangka menghadirkan SDM-SDM unggul, kompetitif dan bersama saing tinggi di era smart society 5.0 yang muaranya dapat berkontribusi untuk kemajuan bersama.

Sekretaris Keuskupan, Manado Pastor John Montolalu dalam sambutannya mewakili Uskup Manado, Mgr. Benediktus Estephanus Rolly Untu, MSC mengungkapkan, tema yang dipilih Panitia untuk KSN ini merupakan suatu tema yang luar biasa.

Tema yang berbicara tentang pilar-pilar yang dibutuhkan, berbicara tentang masyarakat 5.0, berbicara tentang Indonesia maju.

Tema ini, menurut Pastor John, menunjukkan kepedulian PMKRI baik pusat maupun cabang-cabang untuk ambil bagian dalam pergerakan dunia, secara lebih khusus pergerakan negara, dan pergerakan yang lebih jelas adalah untuk kemajuan dan perkembangannya.

Tema ini merupakan tantangan sekaligus pergumulan yang harus dijawab dalam KSN ini. Tantangan yang diinginkan bukanlah hanya secepat perkembangan itu tetapi kalau bisa lebih cepat dari itu.

“Dan, inilah yang dimaksud sebagai tantangan. Tantangan yang akan digumuli dan dijawab dalam KSN ini,” tandas Pastor John, yang adalah Moderator PMKRI Cabang Manado Sanctus Thomas Aquinas.

Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Benedictus Papa dalam sambutannya menegasksn, bagaimana mendorong pembangunan berkelanjutan menjadi komitmen seluruh stakeholder termasuk seluruh anak bangsa.

“Mesti menjadi perhatian oleh seluruh anak bangsa termasuk di dalamnya adalah anggota PMKRI. Maka menjadi kewajiban bagi PMKRI untuk ikut serta memberikan kontribusi berkaitan dengan hukum yang sedang dikembangkan oleh negara ini dan bukan hanya oleh Indonesia tapi juga seluruh negara di dunia sedang memfokuskan pembangunan pada era pada konsep pembangunan berkelanjutan,” ujar Papa.

Oleh karena itu, sambungnya, dalam forum KSN ini tentu seluruh cabang datang dengan kajiannya yang diangkat pada hari ini dan dalam forum KSN ini akan dirumuskan kira-kira kebijakan apa yang mesti dievaluasi sebagai kader PMKRI baik di tingkat nasional maupun tingkat daerah, kemudian merumuskan rekomendasi untuk kita sampaikan pada pemerintah baik daerah maupun secara nasional,

“Oleh karena itu, KSN ini menjadi momentun yang sangat strategis baik bagi kita dan yang hadir mewakili pemerintah daerah provinsi dan walikota,” sebutnya.

Ditegaskan, rekomendasi PMKRI di KSN ini bisa menjawab tantangan hari ini yang ada di Provinsi Sulawesi Utara dan juga secara nasional dan oleh karena itu kami mohon dukungan dari seluruh stakeholder pemerintah baik provinsi maupun Manado.

Hal ini,.menurut Papa, karena kegiatan ini bermuara pada kepentingan daerah dan kepentingan bangsa. Maka tentu harapannya sinergitas selama kegiatan ini bisa terbangun dan nanti juga akan disampaikan mewakili pemerintah provinsi kira-kira apa yang diharapkan S
sehingga dalam KSN ini juga bisa salah satu fokus kajian kita pada kesempatan kali ini.

Lexie Kalesaran (Manado)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here