Paus Serukan Gandum Ukraina Tidak Boleh Digunakan sebagai Senjata Perang!

96
5/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.COM – Paus Fransiskus mengungkapkan keprihatinan besar atas peringatan kekurangan biji-bijian di seluruh dunia akibat perang di Ukraina, dan menyerukan “setiap upaya harus dilakukan” untuk “menjamin hak universal atas pangan.”

Paus Fransiskus telah menyerukan diakhirinya blokade ekspor biji-bijian dari Ukraina.
Pada akhir Audiensi Umum mingguannya, Bapa Suci kembali membahas perang yang sedang berlangsung di Ukraina.

“Yang sangat memprihatinkan,” kata Paus, “adalah blokade ekspor biji-bijian dari Ukraina, di mana kehidupan jutaan orang bergantung, terutama di negara-negara termiskin.”

Hak Universal

“Saya dengan sungguh-sungguh mengimbau setiap upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini dan untuk menjamin hak asasi manusia universal atas pangan,” tandas Bapa Suci.

“Tolong jangan gunakan gandum, makanan pokok, sebagai senjata perang!” tambahnya.
Bapa Suci mencela kemungkinan kekurangan gandum, yang sebagian disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina.

Krisis Pangan Global

PBB memperingatkan krisis pangan global akan segera terjadi. Ia mencoba menengahi kesepakatan untuk membuka blokir ekspor gandum Ukraina, meski para pemimpin Barat menyalahkan Rusia karena meminta tebusan dunia dengan memblokade pelabuhan Ukraina.

Harga biji-bijian, minyak goreng, pupuk, dan energi telah melonjak saat perang berlanjut, dan ketika negara-negara Barat menjatuhkan sanksi kepada Rusia sebagai tanggapan atas invasinya ke Ukraina.

Gandum tumbuh di pertanian di wilayah Odessa selatan Ukraina.

Untuk membantu mencegah krisis, Ukraina mencoba mengekspor simpanan gandumnya yang besar melalui jalan darat, sungai, dan kereta api, tetapi pejabat pertanian mencatat bahwa Ukraina tidak memiliki peluang untuk mencapai targetnya kecuali Rusia mencabut blokadenya terhadap pelabuhan Laut Hitam Ukraina.

Ukraina dan Rusia bersama-sama menyumbang hampir 30 persen dari ekspor gandum dunia pada tahun 2021, dan harga gandum telah meningkat lebih dari 50 persen sejak awal tahun.

Doa Paus

Paus Fransiskus telah membuat seruan yang tak terhitung banyaknya untuk perdamaian di negara yang dilanda perang, serta untuk mengakhiri perang di Ukraina dan perang di seluruh dunia.

Pada Selasa malam, menutup bulan Maria, bulan Mei, Paus Fransiskus berdoa Rosario untuk perdamaian di Basilika St. Maria Major di Roma.

Pada tanggal 25 Maret, Paus Fransiskus menguduskan seluruh umat manusia, terutama Rusia dan Ukraina, kepada Hati Maria yang Tak Bernoda di Basilika Santo Petrus, dan mengatakan tindakan itu mengungkapkan kepercayaan penuh kita kepada Perawan Maria di tengah-tengah “perang yang kejam dan tidak masuk akal” di Ukraina.

Pastor Frans de Sales, SCJ; Sumber: Deborah Castellano Lubov (Vatican News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here