Paus Minta Komunitas Internasional Tidak Melupakan Rakyat Myanmar

31
Orang Karen menyeberangi sungai Salween ke Thailand untuk mencari perlindungan dari serangan udara di negara bagian Karen Timur, Myanmar.
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Paus Fransiskus mengeluarkan imbauan untuk tidak berpaling dari penderitaan begitu banyak orang di Myanmar yang terus menjadi korban kekerasan setelah kudeta militer pada Februari 2021.

Paus Fransiskus, Minggu (19/6/2022), meminta Komunitas Internasional untuk mengambil tindakan bagi rakyat Myanmar yang terus menderita kekerasan dan pengungsian setelah kudeta militer pada 1 Februari 2021.

Berbicara setelah Doa Angelus, Paus mengatakan bahwa dia bergabung dengan “seruan para uskup di negeri tercinta itu yang meminta Komunitas Internasional untuk tidak melupakan orang-orang Burma atau Myanmar,” untuk tidak melupakan martabat kemanusiaan mereka dan penghormatan terhadap hak untuk kehidupan, serta untuk tempat ibadah, rumah sakit, sekolah.

“Sekali lagi kita mendengar jeritan kesakitan dari begitu banyak orang di Myanmar yang masih kekurangan bantuan kemanusiaan dasar dan yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena – mereka dibakar – dan untuk melarikan diri dari kekerasan.”

Minggu ini para Uskup Katolik Myanmar mengakhiri Sidang Umum mereka dengan pernyataan akhir yang mengungkapkan keprihatinan mendalam mereka atas penderitaan warga sipil yang terus menanggung beban perang saudara yang sedang berlangsung di negara itu.

Mereka menyerukan kepada semua pihak yang berkonflik untuk menghormati kehidupan dan martabat manusia dengan mengatakan: “Martabat manusia dan hak untuk hidup tidak akan pernah bisa dilanggar. Kami sangat meminta penghormatan terhadap kehidupan dan kesucian tempat ibadah, rumah sakit, sekolah.”

800.000 Pengungsi dalam Negeri

Menurut organisasi non-pemerintah, lebih dari 1.900 warga sipil telah tewas dan 11.000 ditangkap sejak kudeta militer 1 Februari 2021, yang menggulingkan partai NDL yang baru terpilih kembali atas klaim kecurangan pemilu yang tidak berdasar.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi telah melaporkan lebih dari 800.000 pengungsi dalam negeri.

Selain itu, Tatmadaw – tentara Burma – dilaporkan terus menargetkan gereja dan lembaga-lembaganya.

Paus Fransiskus mengakhiri seruannya dengan menyampaikan berkatnya kepada komunitas Burma di Italia, yang katanya, diwakili di sini hari ini.

Pastor Frans de Sales, SCJ; Sumber: Linda Bordoni (Vatican News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here