Renungan Senin, 26 Desember 2016 : Betlehem ke Golgota

102
[christmaspirit.com]

HIDUPKATOLIK.com - St Stefanus, Martir Pertama; Kis 6:8-10; 7:54-59; Mzm 31; Mat 10:17-22.

PENGINJIL Lukas melukiskan Yesus saat dilahirkan, “dibungkus dengan lampin dan dibaringkan di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan” (Luk 2:7). Palungan dijadikan penanda bagi mereka, yang dengan imannya ingin “menemui dan mengenal” Yesus (ay. 12:16). Para gembala, tamu pertama Yesus, masih bau dan kotor. Namun, kepada merekalah, Allah menampakkan diri dan membuat mereka “memuji dan memuliakan Allah” (Luk 2: 20).

Kelahiran Yesus ditandai dengan situasi jauh dari kemapanan dan kemuliaan duniawi. Ia menunjuk pada sebuah hidup masa depan Mesianis yang penuh pelayanan dan berakhir dengan pengorbanan diri serta derita kehinaan yang memalukan. Namun, jalan semacam inilah yang dipilih oleh Allah untuk menyelamatkan kemanusiaan.

Melalui imannya, St Stefanus menjadi “palungan” bagi Yesus Kristus yang datang ke dalam dirinya, sehingga dalam martyrion-nya, ‘kesaksian hidupnya’, “bukan dia lagi yang berkata-kata, melainkan Roh Bapa yang berkata-kata di dalam dia” (Mat 10:20).

Henricus Witdarmono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here