Renungan Selasa, 21 Februari 2017 : Menjadi Besar

107
[olivyaz.blogspot.com]

HIDUPKATOLIK.com - Pekan Biasa VII; Sir 2:1-11; Mzm 37;Mrk 9:30-37

YESUS menghindari kerumunan massa. Ia butuh waktu dan tempat menyepi guna mengajar murid-murid. Waktu-Nya tidak banyak lagi. Ia menyampaikan hal penting tentang penderitaan yang akan ditanggung-Nya supaya para murid siap menghadapi. Mereka tidak mengerti dan segan bertanya. Kemudian bertengkar tentang siapa paling besar di antara mereka. Para murid sibuk mencari kepentingan diri, padahal Yesus memberi teladan hidup demi kepentingan orang lain.

Para murid pun manusia biasa yang mudah tergiur pada jabatan, ingin sukses, dan hidup senang. Mereka tak menangkap bahwa Sang Guru sedang terancam dan akan dijatuhi hukuman mati. Yesus menjelaskan artinya menjadi yang terdahulu, yaitu menjadi yang terakhir dan menjadi pelayan dari semua. Rasul berarti “utusan” pembawa Kabar Baik, bukan pencari pangkat yang main kuasa dan gila hormat.

Hal itu ditegaskan Yesus dengan memeluk seorang anak kecil. Anak adalah simbol kelahiran baru dan berkat Allah yang memberi kehidupan, sekaligus tanda pihak yang paling lemah, tidak memiliki hak dan peran penting, serta paling tidak dipedulikan dalam masyarakat. Jelaslah ke mana rasul harus bertindak. Menjadi terdahulu artinya mau menyambut orang-orang kecil, lemah, dan tersingkir. Menjadi besar artinya menjadi orang yang mau belajar melayani, bukan dilayani.

Maria Monica Meifung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here