Seabad Mendidik di Nusantara

347
Mgr Robertus Rubiyatmoko beserta beberapa imam dan para petugas liturgi sebelum Misa Puncak 100 tahun Yayasan Kanisius di Museum Misi Muntilan Jawa Tengah. [Dokpri]
5/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.com Perayaan seabad Yayasan Kanisius berkarya di Indonesia menjadi kesempatan merefleksikan kehadiran mereka sebagai guru yang bijaksana. 

KANISIUS sebagai lembaga pendidikan telah menjalankan fungsinya sebagai pembinaan generasi muda penerus bangsa. Dalam 100 tahun usianya, ia ibarat mesin tua tetapi tetap diperhitungkan. Demikian Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko saat menyampaikan khotbah dalam Misa Puncak Perayaan 100 tahun Yayasan Kanisius di Museum Misi, Muntilan, Jawa Tengah, 20/10.

Mgr Rubiyatmoko menyampaikan, semakin tua sebuah mesin, akan menjadi mahal harganya, karena dirawat dan diperhatikan oleh pemiliknya. Kanisius harus semakin menampakan kebijaksanaan dalam dunia pendidikan. “Jangan sampai nilai-nilai baik yang telah ditanamkan para pendiri tak digubris generasi zaman ini.”

Kanisius meski tua dalam umur, tetapi tetap diminati karena sistem pendidikan dan pembinaan yang ditumbuhkembangkan. Apa yang berkembang di Kanisius harusnya menyadarkan setiap generasi akan tugas dan tanggungjawabnya untuk berkembang menjadi pribadi yang matang dalam pola pikir, pola rasa, dan tindakan.

“Harapan ini sejalan dengan tema Kanisius Semakin di Hati Anak Indonesia,” ujar Mgr Rubiyatmoko. Tahun 2018 ini, Yayasan Kanisius di Indonesia genap berusia 100 tahun. Ragam syukur dan semarak perayaan berlangsung di semua cabang Yayasan Kanisius baik di Magelang, Yogyakarta, Semarang, maupun Surakarta.

Berbagai kegiatan baik perlombaan, aksi sosial, maupun kegiatan merawat lingkungan digelar oleh setiap yayasan dibalut dalam tema, “Kanisius Semakin di Hati Anak Indonesia”. Di Kanisius Cabang Yogyakarta, rangkaian kegiatannya sudah dimulai sejak Juli 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here