Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga: Suasana Batin Saya Belum Tenang

355
Uskup terpilih Keuskupan Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sinaga/Dok. ist

HIDUPKATOLIK.COM – KEUSKUPAN Sibolga kini memiliki uskup baru. Penantian panjang hampir kurang lebih 3 tahun terjadi sede vacante (takhta lowong) di Keuskupan Sibolga akhirnya terjawab. Paus Fransiskus telah memilih Pastor Fransiskus Tuaman Sinaga sebagai Uskup Sibolga, Sabtu, (6/3/2021), pada pukul 12.00 waktu Roma.

Para Gembala Kapusin

Mgr. Frans, sapaan uskup baru Sibolga ini, adalah imam Diosesan (Projo) pertama yang mengukir sejarah sebagai gembala di Keuskupan Sibolga. Sebelumnya Keuskupan Sibolga selalu digembalakan oleh para uskup/imam Ordo Kapusin. Mulai dari Administrator Apostolik Pastor Petrus Gratian Grimm, OFM Cap (17 November 1959-12 Maret 1971); Pastor Bernhard Erich Willing, OFM Cap (27 Juni 1971-11 November 1978); Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga, OFM Cap (11 November 1978-24 Oktober 1980).

Saat Sibolga beralih status dari Administrator Apostolik menjadi Keuskupan, Mgr. Anicetus menjadi Uskup Sibolga pertama (24 Oktober 1980-3 Januari 2004). Setelah itu terjadi sede vacante dari 3 Januari 2004-14 Maret 2007. Tugas keuskupan dibawah kendali Administrator Diosesan Pastor Barnabas Winkler, OFM Cap.

Setelah itu, Takhta Suci memilih Mgr. Ludovicus Simanullang, OFM Cap (14 Maret 2007-20 September 2018) sebagai Uskup Sibolga menggantikan Mgr. Anicetus yang dipilih sebagai Uskup Agung Medan. Setelah Mgr. Ludovicus wafat, penggembalaan diserahkan kembali kepada Uskup Agung Emeritus Medan Mgr. Anicetus sebagai Administrator Apostolik Sibolga dari 22 September 2018 sampai wafatnya pada 7 November 2020.

Setelah kematian Administrator Apostolik Mgr. Anicetus, tugas pengembangan keuskupan diserahkan kepada seorang Administrator Diosesan Pastor Charles Sebastian Sihombing, OFM Cap. Pastor Charles menjadi administrator diosesan mulai 10 November 2020 sampai Paus Fransiskus memilih seorang Imam Diosesan Pastor Fransiskus Tuaman Sinaga sebagai Uskup Sibolga yang baru.

Terharu, Terkejut, tapi Bersyukur

Kepada Hidupkatolik.com, Mgr. Frans menyebutkan soal perasaan dominannya saat ini. Ia mengatakan, “Saya terharu  seraya bersyukur kepada Tuhan bahwa hamba-Nya yang rapuh, lemah, dan tidak sempurna ini dipilih Tuhan sebagai gembala utama di Keuskupan Sibolga,” ujarnya.

Ia mengatakan, tugas ini adalah pelayanan yang membutuhkan semangat kerendahan hati dan tanggung jawab yang besar. “Harapan saya berkaitan dengan peristiwa ini, semoga Tuhan menuntun saya dalam tugas pelayanan ini. Dan itu akan saya rasalah dalam diri para imam, biarawan-biarawati, serta seluruh umat,” sebutnya.

Mgr. Frans juga berharap agar semua imam, biarawan-biarawati serta umat tetap semangat dalam mewujudkan visi-misi keuskupan, “Mandiri, Solider, dan Membebaskan”. Dan juga semua elemen Gereja dan umat bisa terus menghidupkan Komunitas Basis Gerejawi yang sudah dicanangkan oleh para pendahulu. “Semoga Komunitas Basis Gerejawi yang sudah dicanangkan para pendahulu tetap berkorbar di hati umat,” harap Mgr. Frans.

Di akhir pesannya, Mgr. Frans mengatakan, mohon maaf kepada semua orang yang membaca tulisan ini, karena pernyataannya mungkin kurang berkenan. “Saya mohon maaf kepada pembaca HIDUP, bila pernyataan ini kurang pas. “Jujur saat ini suasana batin saya masih belum tenang,” ungkapnya di akhir wawancara.

Yusti H. Wuarmanuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here