Rajut Persaudaraan, Pemuda Katolik DIY Hadir dalam Pelantikan Pengurus Wilayah Fatayat NU Yogyakarta

43
Pemuda Katolik Komda DIY hadir pelantikan Pengurus Wilayah Fatayat NU DIY/Dok. PK DIY
5/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.COM – Perwakilan Pemuda Katolik DI Yogyakarta menghadiri undangan pelantikan Pengurus Wilayah Fatayat NU DIY masa khidmat 2022-2027 yang diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Sunan Pandanaran.

Yohanes Gandung Widiyantoro selaku Ketua Pemuda Katolik Komda DIY memberikan ucapan selamat kepada ketua terlantik Ibu Maryam Fitriati M.SW. dan para pengurus wilayah Fatayat NU DIY. Sejumlah papan bunga ucapan selamat juga terpampang berderet di samping aula, antara lain ucapan selamat dari GKR Mangkubumi dan Ketua BPIP RI.

“Silaturahmi melalui kegiatan pelantikan ini merupakan salah satu upaya untuk merajut persaudaraan antarormas keagamaan yang ada di DIY,” ujar Yohanes Gandung.

Selain dihadiri oleh para pejabat  atau yang mewakili, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan sejumlah organisasi seperti GP Ansor, PMII, Banser Satkorwil DIY, Lazisnu DIY, IPPNU DIY, muslimat NU DIY dan sejumlah undangan lainnya.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini, yaitu “Perempuan Sehat, Keluarga Kuat, Indonesia Hebat”. Menurut Yohanes Gandung, perempuan menjadi faktor penting dalam pembangunan sebuah bangsa karena perannya di dalam keluarga dan masyarakat. “Bangsa Indonesia bisa menjadi hebat kalau perempuan sehat dan keluarganya kuat,” tegasnya.

Kegiatan pelantikan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kegiatan LKP3A (Lembaga Konsultasi, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Fatayat NU Sleman. Lembaga ini dibentuk oleh Fatayat NU pada tahun 2000. Keberadaan lembaga ini bertujuan untuk mewujudkan visi dan misi organisasi Fatayat NU, yakni mewujudkan keadilan dan kesejahteraan perempuan melalui hak-hak perempuan. Fatayat NU telah menggunakan perspektif gender dalam aktivitas pergerakan sosialnya sejak kongres XII Fatayat NU tahun 2000.

Wilayah kerja LKP3A tidak hanya terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga, namun mencakup pula kekerasan di ranah publik, termasuk di pesantren. Dengan demikian diharapkan dapat memperkuat gerakan advokasi penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

“Perjumpaan antarkelompok organisasi kemasyarakatan merupakan ruang yang dapat mempererat persaudaraan dan gotong royong dalam masyarakat,” sebut Yohanes Gandung sambil berharap dengan perjumpaan-perjumpaan antarkelompok masyarakat persatuan Indonesia juga semakin kokoh sehingga cita-cita masyarakat adil makmur yang menjadi tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat diwujudkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here