Gereja Katolik Timor Leste

445
Peta Timor Leste.
[NN]
Rate this post

HIDUPKATOLIK.com – Timor Leste berpenduduk mayoritas beragama Katolik. Paus Fransiskus diundang berkunjung tahun 2015 untuk merayakan 500 tahun Evangelisasi.

Gereja Ave Maria Suai, Covalima, Timor-Timur (kini: Repùblica Democràtica de Timor Leste, RDTL) menyimpan kenangan pilu. Puluhan orang dieksekusi di tempat ini, 15 tahun silam. Tiga pastor masuk dalam bilangan korban, yakni dua imam Diosesan Dili, RD Hilario Medeira dan RD Fransisco Soares, serta neomis Jesuit yang belum genap sebulan ditahbiskan imam, RP Tarcisius Dewanto SJ.

Keuskupan Dili
Suai adalah Ibukota Distrik Covalima. Distrik ini terbagi dalam enam Subdistrik, yaitu Fatululic, Fatumean, Forohem, Maukatar, Tilomar, dan Zumalai. Pembagian distrik ini juga dipakai untuk menentukan batas karya pelayanan keuskupan. Saat itu, insiden Setembro Negro (September Kelam) di Suai terjadi di yurisdiksi Keuskupan Dili.

Ketika itu, Keuskupan yang berdiri sejak 4 September 1940 itu dipimpin Administrator Apostolik, Mgr Carlos Filipe Ximenes Belo SDB. Sejak ditahbiskan sebagai uskup pada 19 Juni 1988 hingga pensiun 26 November 2002, Mgr Belo berstatus sebagai Administrator Apostolik dengan gelar Uskup Tituler Lorium. Pada 27 Februari 2004, Vatikan mengangkat Mgr Alberto Ricardo da Silva sebagai Uskup Dili. Kini keuskupan ini melayani enam distrik, yakni Dili, Ermera, Aileu, Ainaro, Same, dan Oeccusi.

Kala Paus Benediktus XVI memekarkan Keuskupan Dili dengan mendirikan Keuskupan Maliana pada 30 Januari 2010, Suai menjadi salah satu distrik di bawah teritori gerejani Keuskupan Maliana. Selain Suai, Keuskupan Maliana melayani Distrik Bobonaro dan Liquisa. Keuskupan itu dipimpin Mgr Norberto do Amaral .

Sebelum Keuskupan Maliana ditetapkan, Timor Leste sudah punya dua keuskupan, Dili dan Baucau. Keuskupan Dili dimekarkan menjadi Keuskupan Baucau pada 30 November 1996, yang digembalakan Administrator Apostolik dengan gelar Uskup Tituler Septimunicia, Mgr Basilio do Nascimento. Uskup Baucau melayani empat distrik, yakni Baucau, Manatuto, Viqueque, dan Lospalos.

Tiga Peran
Tiga keuskupan di Timor Leste ini sudah berpotensi membentuk konferensi para uskup sendiri. Selama ini, mereka berada langsung di bawah Takhta Suci. Conferência Episcopal de Timor Leste (Konferensi Para Uskup Timor Leste) pun bisa ikut dalam keanggotaan Federation of Asian Bishops Conferences, FABC.

Kini tiga keuskupan itu terdiri dari 61 paroki: 28 paroki di Keuskupan Dili, 21 paroki di Baucau, dan 12 paroki di Maliana. Pada 17 Maret 2014, para Uskup Timor Leste mengadakan kunjungan ad liminia ke Vatikan. Dalam kunjungan itu, Paus Fransiskus berpesan agar mereka tak takut dalam mewartakan rahmat Kabar Baik. Bapa Suci mendorong mereka menghidupi tiga peran, yakni berada di depan untuk memimpin langkah umat, di tengah untuk menjaga persatuan, dan di belakang untuk memastikan tak ada seorang pun tertinggal.

Sementara itu, Ketua Konferensi Para Uskup Timor Leste, Mgr Basilio mengundang Paus Fransiskus untuk berkunjung ke Timor Leste tahun depan, bertepatan dengan perayaan 500 tahun evangelisasi di sana. Diharapkan Bapa Suci juga mendoakan para martir Timor Timur yang menyuburkan panggilan umat beriman sehingga membuat Timor Leste kini menjadi negara Asia kedua dengan penduduk mayoritas Katolik setelah Filipina.

Yanuari Marwanto

HIDUP No.41, 12 Oktober 2014

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here