Renungan Sabtu, 11 Februari 2017 : Inti Sama

307
[iamthewordthecomforter.blogspot.com]

HIDUPKATOLIK.com - Pekan Biasa V; Kej 3:9-24; Mzm 90; Mrk 8:1-10

KISAH memberi makan ribuan orang pada Mrk 8:1-10 di wilayah Dekapolis ini masih merupakan bagian pelayanan kepada masyarakat non-Yahudi. Bila pada kisah sebelumnya, perempuan Siro-Fenisia “hanya menerima rempah-rempah roti”, maka kini yang diberikan adalah “roti seutuhnya”.

Namun dibandingkan dengan kisah pertama pemberian makan bagi ribuan orang pada Mrk 6:30-44 di sekitar Betsaida (lih Luk 9:10), wilayah orang Yahudi, kisah pemberian makan yang kedua di Dekapolis, wilayah non-Yahudi ini, memiliki beberapa perbedaan mencolok. Di Dekapolis, jumlah penerima roti 4.000 orang, sedangkan di Betsaida 5.000 orang “laki-laki”. Di wilayah non-Yahudi itu, bahan dasar mukjizat tersebut adalah tujuh roti serta beberapa ikan; yang tersisa pun hanya tujuh bakul (lih. ay 6-9). Sedangkan mukjizat di wilayah Yahudi, dimulai dengan jumlah yang lebih kecil, lima roti dan dua ikan, dan “berakhir” dengan sisa yang lebih banyak, 12 “bakul penuh” (Mrk 6:43).

Perbedaan itu hanya untuk menunjukkan konteks. Intinya tetap sama, yaitu dalam kedua mukjizat itu, Allah-lah yang memulainya, yaitu dari Yesus yang “tergerak hati-Nya oleh belas kasihan” (lih.ay.2).

Henricus Witdarmono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here