Renungan Sabtu, 23 September 2017 : Tekun Berbuah

671

HIDUPKATOLIK.com – Pw St Padre Pio, Imam; 1 Tim 6:13-16; Mzm 100; Luk 8:4-15

POHON jambu di pekarangan rumah saya, hampir sepuluh tahun berbuah tanpa mengenal musim. Saya coba perhatikan, mengapa ia tekun berbuah. Pertama, tanah tempat ia berakar dekat dengan air. Kedua, letak pohon menghadap matahari terbit. Ketiga, secara berkala ditebang untuk membuang dahan-dahan tak berguna. Air, matahari, dan pemangkasan dapat mencerminkan kerinduan atau cita-cita hidup kita sebagai murid Yesus.

Tanah yang dekat dengan air merupakan simbol hati kita yang subur ketika mendengarkan Firman Allah. Menghadap matahari adalah hidup tegak dan terarah kepada Sang Pencipta, memberi diri untuk menerima kehangatan dan berbagai kekuatan yang dibutuhkan dari sumber yang benar, bukan dari hiburan-hiburan tidak sehat. Pemangkasan berkala mencerminkan upaya-upaya baik untuk bekerja sama dengan rahmat Allah yang memurnikan, membersihkan hidup kita dari sampah dan hal-hal yang nihil manfaat.

Hari ini, Gereja merayakan St Padre Pio, seorang imam Fransiskan yang hidupnya amat suci. Ia lahir tahun 1887 dan wafat pada 1968. Paus Paulus VI pernah berbicara tentang Padre Pio, “Ia termasyur di seluruh dunia bukan karena ia seorang filsuf, juga tidak masuk kumpulan cerdik pandai ataupun terampil dalam pelayanan. Ia mempersembahkan Misa dengan rendah hati dan mendengarkan pengakuan dosa dari fajar hingga malam gelap.” Bagaimana diriku?

Monica Maria Meifung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here