Murah Hati

103
Rate this post

HIDUPKATOLIK.com Pw St. Pius X, Paus; Yeh 28:1-10; Ul. 32:26-27ab,27cd-28,30,35cd-36ab; Mat 19:23-30

TUHAN meminta Yehezkiel mengingatkan bangsanya akan kejatuhan dari sikap tinggi hati. Kesombongan karena pandai berdagang dan bisa menjadi kaya dari kekuatan sendiri, membuat manusia lupa diri dan menyamakan dirinya dengan Allah.

Hikmat dan pengertian, kelimpahan emas dan perak menjadi pintu kehancuran bagi orang yang tidak tahu berterimakasih. Itulah kemiskinan orang kaya dan penderitaan orang berhikmat. Dalam Injil, Yesus memakai perumpamaan “lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Yesus tidak membenci orang kaya, justru sebaliknya. Yesus sangat mencintai orang kaya dan ingin agar mereka semua menjadi anggota Kerajaan Allah. Maka, Ia memberi peringatan, jangan sampai terjerat dan celaka akibat kekayaan itu sendiri.

Hidup kekal adalah anugerah, bukan hasil kerja keras atau sesuatu yang diperjualbelikan. Entah kita kaya atau miskin secara material, menjadi orang beriman yang lepas-bebas dan murah hati, adalah syarat utama untuk mencicipi surga sejak sekarang di dunia ini.

Yesus berkata, “… kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel” (19:28). Semoga kita rela dibersihkan dan dikosongkan dari semua penghalang.

 

Monica Maria Meifung
Alumna Prodi Ilmu Teologi STF Driyarkara Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here