Berjuang Mendahulukan Sesama

139
Renungan Harian edisi-43

HIDUPKATOLIK.com – Ef. 6:1-9; Mzm. 145:10-11,12-13ab,13cd-14; Luk.13:22-30.

SIAPA saja yang akan selamat, itu pertanyaan abadi dari banyak penganut agama. Yesus menjawabnya dengan perumpamaan tentang pintu sempit ke ruang perjamuan, di mana banyak orang yang mengaku pengikut setia dan sahabat perjamuan berlomba-lomba untuk mencapai tempat yang utama dan pertama.

Bukan pengakuan akan prestasi pribadi yang menentukan keselamatan karena tuan rumah bahkan tidak mengakuinya. Dua kali diulang: “Aku tidak tahu dari mana kamu datang!” Rupanya hanya satu saja jalannya untuk melalui pintu yang sempit itu, bukan dengan cara mau menang sendiri, melainkan justru dengan cara mengalah.

Murid Kristus dikenali hanya dengan cara itu, tidak ada jaminan yang lain yang dapat ditawarkan. Itu juga cara yang seharusnya ditawarkan oleh murid Kristus yang mampu membuat orang belajar “budaya antri” dan tidak berdesak-desakan bahkan saling menyikut, karena logika Injilnya adalah: “yang terakhir akan menjadi orang yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi orang yang terakhir.” (Luk 13:30).

Aturan-aturan hubungan antar anggota keluarga yang dicanangkan dalam teologi keluarga dari bacaan pertama dari surat Paulus kepada jemaat di Efesus hanya bisa dipahami dalam semangat belajar untuk saling mendahulukan kepentingan yang lain.  Tanpa itu memang kehidupan keluarga terasa bagaikan hidup dalam “neraka”, di luar ruang perjamuan.

 

Romo Vitus Rubianto Solichin SX
Dosen Kitab Suci STF Driyarkara Jakarta, Doktor Teologi Kitab Suci dari
Universitas Gregoriana, Roma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here