Ini Harapan Musdah Mulia pada PUKAT

132

HIDUPKATOLIK.com – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Prof Dr Siti Musdah Mulia MA hadir sebagai pembicara dalam seminar yang digelar Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) di Hotel Hilton Bandung, Sabtu, 23/2/2019.

Guru Besar dan Ketua Umum ICRP ini menegaskan pentingnya bersikap. “Kita tidak boleh diam kalau ada ‘penumpang’ yang anti demokrasi dalam menuju Indonesia maju.”

Dan, menghadapi munculnya kelompok-kelompok anti demokrasi yang manjadikan agama sebagai ‘kendaraannya’, kepada PUKAT, Musdah mengharapan tiga hal penting yang perlu diperhatikan dan dilakukan.

Pertama, merekontruksi pendidikan kita. Terutama pendidikan dalam keluarga. “Pendidikan yang ramah terhadap kemanusiaan, agama yang toleran, nilai-nilai kemanusiaan, penghargaan terhadap agama yang berbeda-beda. Kedalaman penghayatan keberagamaan kita tercermin dari perilaku dan kepedulian kita kepada sesama. Bukan dari seberapa sering kita pergi ke rumah ibadah,” ujar penggiat keseimbangan jender ini.

Kedua, mendorong upaya-upaya melakukan reformasi produk hukum yang masih diskriminatif dan tidak adil. Misalkan saja SKB Tiga Menteri. “Setiap kebijakan publik harus adil buat semua warga negara,” ujarnya.

Ketiga, perlu melakukan reinterpretasi ajaran-ajaran agama. “Kita perlu memastikan ajaran-ajaran agama yang akomodatif terhadap nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, keadilan melalui jalur pendidikan di semua level pendidikan,” tegasnya.

Selain itu, terkait dengan Nusantara, Musdah Mulia mengatakan, dua pilar yang bahu-membahu untuk menyanggah Republik ini yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Terhadap munculnya kelompok-kelompok yang intoleran, Musdah Mulia mendesak agar Negara hadir.

“Saya berharap Negara harus hadir dan tegas namun bukan dengan cara-cara kekerasan,” tuturnya dalam seminar yang dipandu Uskup Tanjungkarang Mgr Yohanes Harun Yuwono ini.

 

F. Hasiholan Siagian (Bandung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here