Belajar Berkorban demi Pasangan

301
Pasangan suami istri (Pasutri) mendapat penghargaan saat mengikuti hari Perkawinan Sedunia di Gereja Paroki Santo Yakobus, Jl Gagak, Mariso, Makassar, Minggu (25/2). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Makassar ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Makassar untuk memberikan penghargaan bagi kesetiaan pada janji pernikahan. [Dok.TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR]
5/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.com –  USKUP Agung Makassar, Mgr Johannes Liku Ada’ mengajak para pasutri agar melihat perkawinan sebagai panggilan dari Tuhan.

“Karena panggilan itu datang dari Tuhan maka segala pengalaman hidup harus disatukan dalam relasi dengan Tuhan,” ujarnya dalam Misa Hari Perkawinan Sedunia di Paroki St Fransiskus Assisi Makassar, Jl Letjend Hertasning, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 10/2.

Misa syukur ini dihadiri oleh 140 pasangan suami istri dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, seperti Makassar, Toraja, Parepare, Palopo, dan Bulukumba. Dalam Misa ini, ragam acara dibuat. Salah satunya adalah memberi penghargaan kepada pasutri yang merayakan Hari Ulang Tahun Perkawinan 40 tahun ke atas. 

Di hadapan para pasutri, Mgr Liku Ada’ meminta agar para pasutri melihat kehadiran pasangannya sebagai partner dalam mengarungi bahtera rumah tangga. “Berhadapan dengan situasi saat ini, hendaknya suami isteri belajar menjadi partner agar saling memahami,” ujarnya. 

 

Yusti H. Wuarmanuk
Laporan: Agnes Titi Sary (Makassar)

HIDUP NO.08 2019, 24 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here