Berbagi Harapan di Masa Prapaskah

114
Beberapa perawat dari Fakultas Kedokteran Atma Jaya Jakarta memeriksa tekanan darah masyarakat Kecamatan Sumur, Ujungkolon, Banten.
[NN/Dok.Pribadi]
Rate this post

HIDUPKATOLIK.com – Pasca tsunami di Selat Sunda, banyak korban belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Mereka masih membutuhkan bantuan dari banyak pihak.

Ibu Aisyah, 78 tahun, seorang pasien asal Kecamatan Sumur, Ujungkulon, Banten, tak dapat menahan tangisnya ketika para dokter dan perawat menyapanya. Ia mengeluh sering ketakutan karena tsunami tersebut juga mengalami beberapa penyakit seperti pusing dan mual.

Aisyah adalah satu dari sekitar 500 pasien yang mendapat pengobatan dalam aksi sosial pengobatan gratis di Sumur, Ujungkulon, Banten, Minggu, 31/3. Kegiatan ini adalah bentuk kerjasama Antara Yayasan Pelita Kasih Vincentian Indonesia (Pekavindo), Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya Jakarta dan Rumah Sakit Advent (RSA) Bandung.

Pengobatan ini dilakukan dengan fokus kepada para korban tsunami Selat Sunda yang terjadi beberapa waktu lalu. Selama aksi sosial ini ditemukan, bahwa proses penyembuhan bagi beberapa korban tsunami masih berjalan.

Ketua Umum Pekavindo, Vincent D. Bongsu mengatakan, ia dan semua relawan yang terlibat dalam aksi sosial ini merasa bahagia karena karena dapat membantu pengobatan saudara-saudari di Banten. Ia juga berterimakasih karena kegiatan ini didukung oleh tokoh-tokoh agama seperti Ketua MUI Kecamatan Sumur KH Jaenuddin Habasi dan Muspika setempat.

“Charity Cilinic ini untuk saudara-saudara yang mengalami bencana alam. Tujuannya agar di masa Prapaskah ini, masyarakat yang mampu dapat membantu saudara-saudari yang berkekurangan. Mari kita menjadi pelita yang membagikan terang hingga menjadi kasih bagi semua umat manusia yang membutuhkan,” ajak Vincent.

Relawan yang tergabung dalam Pekavindo berasal dari berbagai latar belakang, suku, dan agama. Sementara itu dari Unika Atma Jaya dan Rumah Sakit Advent mengirimkan tenaga medis yang terdiri dari dokter dan perawat. Pengobatan ini didahului dengan pemeriksaan awal. Setelah mengetahui jenis penyakit yang diderita, dilakukan pemeriksaan tahap lanjut oleh dokter. Selain obat-obatan, relawan juga memberi bantuan bahan makanan.

Sekretaris Umum Yayasan Rumah Sakit Advent Bandung dr. Reuben Supit berharap, lewat kegiatan pengobatan gratis ini, selain mengobati korban dapat sekaligus menjalin persaudaraan lintas iman. Ia berharap, apa yang disumbangkan dapat menjadi sumbangan berarti bagi para korban.

Sementara itu, Jaenuddin Habasi menyampaikan terima kasih yang mendalam atas nama warga kecamatan Sumur atas inisiatif Yayasan Pekavindo yang telah memberikan perhatian terhadap kualitas kesehatan warganya. “Masyarakat Kecamatan Sumur banyak menerima bantuan sembako namun bantuan pengobatan masih kurang dan memang kami butuhkan,” imbuhnya.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Rektor III Unika Atma Jaya, dr. Tommy N. Tanumihardja menyampaikan turut bedukacita sedalam-dalamnya atas bencana tsunami di Selat Sunda. Ia mendoakan agar masyarakat Kecamatan Sumur, yang menjadi korban keganasan tsunami, ikhlas dan diberikan ketabahan.

Yayasan Pekavindo adalah sebuah yayasan sosial nirlaba yang didirikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa melihat latar belakang suku, agama dan ras. Yayasan ini memfokuskan diri pada empat pilar pelayanan yaitu edukasi, kesehatan, bantuan hukum, dan kegiatan sosial.

Yusti H. Wuarmanuk
Laporan: V. Bongsu (Banten)

HIDUP NO.15 2019, 14 April 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here