Andreas Sofiandi: Berkat di Balik Bencana

151
Rate this post

HIDUPKATOLIK,COM – SIAPA menyangka ada uluran tangan kasih di balik musibah? Badai Seroja yang meluluhlantakkan sejumlah tempat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Maret 2021 silam menjadi catatan kelam untuk dikenang. Kabupaten Malaka termasuk terparah. Genangan air setinggi dua meter. Kehancuran rumah tinggal. Tragis dan tinggalkan perih. Lahan pertanian disapu bersih karena derasnya luapan air sungai Benenain.

Gereja Paroki Bolan tak luput dari terjangan banjir. Kepungan air dan tumpukan lumpur memenuhi pelataran gereja. Tatapan dan desahan napas simpatik seakan ‘mengusik’ hati Andreas Sofiandi ketika hadir waktu itu. Tanpa kata dan deretan kalimat panjang ia daraskan. Hanya terdiam dan menahan rindu untuk segera mengulurkan tangan kasih titipan Sang Ilahi.

Ia berguman sederhana. Rumah Tuhan ini harus dibangun. Tanpa basa-basi niat suci diramu cinta tulus segera dimatangkan. “Satu perasaan yang sangat langkah. Ketika menatap gereja penuh genangan air. Bangku tercecer tak beraturan. Akhirnya diputuskan. Apa pun upaya akan segera dilakukan. Ini terlahir dari kerelaan untuk berbagi kasih,” katanya merendah.

Bagian dalam gereja baru.

Pelelakan batu pertama pada 28 Mei 2021 silam menjadi awal gereja dibangun. Antusiasme umat begitu tinggi. Deraian air mata tak tertahankan ketika material bangunan mulai diturunkan. Seakan mimpi di malam pekat terjawab di pagi yang sendu.

Andres berujar kalau semua material bangunan ini didatangkan dari Jakarta. Sumbangan dan perhatian semua pihak turut membantu mendirikan rumah Tuhan di Paroki Bolan. “Banyak dukungan dan perhatian dari donatur. Tentu diharapkan gereja cepat selesai dan umat bisa layak untuk merayakan Ekaristi kudus,” ucapnya.

Pengerjaan gereja memang tergolong sangat cepat. Hanya dalam hitungan enam bulan bangunan megah ini bisa selesai sesuai harapan. Umat paroki turut memberi andil dengan menyumbangkan tenaga. Satu bentuk partisipasi nyata. Ada kerinduan dan tanggung jawab menyatu dalam semangat untuk menyatakan kebesaran Tuhan.

Andreas Sofiandi saat memberikan sambutan pada peresmian Gereja Bolan.

Bangunan ini bagi Andreas Sofiandi sebagai Ketua Perkumpulan Himpunan Bersatu Teguh, cepat dibangun tetapi apakah umat bisa menjaga dan merawatnya dengan baik? “Gereja ini cepat dibangun tetapi umat bisa menjaga dan merawatnya dengan baik? Besar harapan kami gereja ini bisa membawa berkat dan sukacita besar bagi umat. Ada damai ilahi yang kini bercahaya di hati umat Bolan,” pungkas Sofiandi.

Gereja Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan ni ditahbiskan oleh Ketua KWI/Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo pada tanggal 3 Desember 2021.

Pastor Ino Nahak (Atambua, NTT)

HIDUP, Edisi No. 49, Tahun ke-75, Minggu, 5 Desember 2021

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here