Renungan Rabu, 20 September 2017 : Menjawab Allah

628
[fabrizio1953.tumblr.com]

HIDUPKATOLIK.com – Pw. St Andreas Kim Tae Gon; St Paulus Chong, dkk; 1 Tim 3:14-16;Mzm 111; Luk 7:31-35

SAYA teringat waktu kecil, saat tidak segera melakukan apa yang diminta ibu saya walaupun ia sudah meminta berulang kali. Ibu mengeluh, “Anak keras kepala, tak mau mendengar orangtua.” Tak mau mendengar di sini bukan hanya berarti menutup telinga, tetapi juga menutup pintu hati, bersikap tidak peduli, dan menganggap enteng apa yang diminta darinya. Itulah gambaran orang Yahudi yang dikeluhkan Yesus dalam Injil hari ini.

Berhadapan dengan bangsa-Nya yang keras kepala itu, seperti membentur tembok rasanya. Yohanes Pembaptis menyanyikan kidung duka, mengundang mati raga, dan menyerukan pertobatan, namun tidak digubris. Yesus meniup seruling bahagia atas Sabda Kehidupan, mereka tidak tertarik untuk menari. Sikap cuek, masa bodoh, lamban dalam menanggapi undangan Allah adalah sikap yang membawa kehancuran bagi bangsa Israel.

Hari ini Gereja mengenang St Andreas Kim Tae Gon dan martir Korea lainnya. Kim mati dipancung kepalanya pada usia 25 tahun, saat orang katolik sangat dipersulit. Inilah teladan orang-orang yang mendengar dan segera menjawab panggilan Tuhan. Sebelum wafat, Kim mengucapkan kata-kata sangat berani, “… adalah untuk-Nya aku mati. Tuhan memiliki hukuman abadi bagi mereka yang menolak untuk mengenal-Nya.”

Monica Maria Meifung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here