Menyadari Kekuatan Allah

98

HIDUPKATOLIK.com Pw Wafatnya S. Yohanes Pembaptis, Mrt. Yes 1:17-19; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17; Mrk 6:17-29

BACAAN pertama hari ini berbicara tentang tugas dan perutusan Nabi Yeremia. Hidup dan perjalanan hidup Yeremia sangatlah unik dan menarik. Berkali-kali, Yeremia bergumul dan berkeluh kesah dalam menjalani tugas perutusannya.

Dari situ kita bisa mendapat informasi betapa berat dan sulitya hidup dan tantangan yang dihadapi Yeremia dalam menjalani tugas perutusannya: mulai dari pewartaannya ditolak, tidak didengarkan, dia hendak dibunuh, dimusuhi, diusir, dimasukkan ke dalam guci, sampai harus pergi ke Mesir.

Meski jatuh bangun dalam menjalani tugas kenabiannya, namun Yeremia tetap setia sampai akhir, sampai ia keluar sebagai pemenang. Salah satu kekuatan Yeremia sudah
pasti adalah pengalaman panggilannya ketika ia berusia 19 tahun.

Usia yang bisa dikatakan sangat muda untuk mengalami pengalaman rohani di mana dia boleh mengenal Tuhan dan hidup sebagai utusan Tuhan. Tuhan menyuruh Yeremia untuk bersiap, tidak gentar apalagi mundur dan lari dari perutusannya.

Tuhan berjanji akan menjadikan Yeremia seperti kota yang berkubu, menjadi tiang besi, menjadi tembok tembaga. Artinya, Yeremia akan menerima kekuatan dari Allah sendiri untuk menghadapi segala kesulitan, ancaman dan penolakan dari bangsanya.

Kekuatan dan penyertaan dari Allah bagi umat beriman kiranya menjadi hal yang perlu
kita sadari dari hari ke hari. Kadang kita takut, ragu, merasa tidak sanggup, menjalani
tugas perutusan kita.

Janji Tuhan Yesus yang menyertai para murid-Nya sampai akhir zaman, kiranya menjadi sebuah kekuatan bagi kita dalam berjalan dan bertransformasi sebagai orang beriman.

 

Pastor Joseph Ferry Susanto
Imam Keuskupan Agung Jakarta, Dosen Kitab Suci Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here