Renungan Selasa, 25 Oktober 2016 : Bertumbuh Subur

145
[google.com]

HIDUPKATOLIK.com - Pekan Biasa XXX; Ef 5:21-33; Mzm 128; Luk 13:18-21

DI Palestina ada jenis tanaman sesawi yang tingginya mencapai empat sampai sembilan meter. Biji sesawi tidak penting apabila tak ada orang yang menaburkan di kebun. Tindakan itu kemudian menghasilkan sesuatu yang mengagumkan; dari biji amat kecil menjadi pohon di mana burung-burung di udara dapat bersarang di dahan-dahannya. Inilah misteri kehidupan Ilahi yang hendak diungkapkan Yesus.

Biji yang tumbuh menjadi pohon bukan dimaksud sebagai proses biologis saja, namun menggambarkan proses berkembangnya benih Kerajaan Allah yang ditaburkan di hati manusia. Ia tumbuh besar menjadi tempat bernaung orang yang percaya dan menerima-Nya. Demikian juga dengan perumpamaan ragi yang berfungsi positif. Kita hanya membutuhkan secuil ragi untuk mengembangkan adonan. Allah adalah kehidupan yang menumbuhkan dan menyuburkan sesuatu yang kecil menjadi besar, dari sedikit menjadi banyak.

Keindahan Surga oleh Paulus digambarkan dalam relasi intim Kristus dengan Gereja sebagai Mempelai-Nya. Pesona Kerajaan Allah dapat diwujudkan dalam Gereja Mini, yaitu keluarga Kristiani yang saling mengasihi dan menghormati. “Love begins at home,” pesan St Teresa dari Kalkuta.

Maria Monica Meifung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here